Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, paparkan kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat dan upaya yang dilakukan agar mereka memenuhi standar operasional prosedur yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Anggota Satgas MBG Kabupaten Tulungagung Mamik Hidayah, Sabtu, mengatakan dapur-dapur SPPG yang kini beroperasi adalah yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).

"Yang belum (SLHS), sementara kita suspend (dihentikan sementara operasionalnya)," kata Mamik.

Total ada enam dapur SPPG di Tulungagung hingga kini masih berstatus suspen oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Mamik, status suspen belum dicabut karena enam dapur tersebut masih melengkapi persyaratan administrasi untuk memperoleh SLHS.

“Untuk mendapatkan SLHS, pengelola harus melengkapi dokumen administrasi melalui sistem OSS. Saat ini proses itu masih berjalan,” katanya.

Ia menjelaskan Satgas MBG tetap melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap dapur SPPG setelah kasus dugaan keracunan yang sempat terjadi pada awal tahun.

Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar dapur mulai melakukan pembenahan, terutama pada aspek kebersihan dapur dan prosedur penyajian makanan.

“Mayoritas dapur sekarang sudah menerapkan SOP, baik dari sisi kebersihan maupun tata kelola penyajian makanan,” ujarnya.

Menurut Mamik, penerapan SOP tersebut penting untuk meminimalkan risiko kontaminasi bakteri maupun kuman pada makanan Program MBG, sehingga makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat lebih higienis dan aman dikonsumsi.

Data Satgas MBG mencatat sebanyak 52 dapur SPPG di Tulungagung telah mengantongi SLHS dari total 125 dapur yang beroperasi. Sementara 73 dapur lainnya masih dalam proses melengkapi persyaratan administrasi.

“Mudah-mudahan dengan penerapan SOP yang semakin baik, tidak ada lagi kejadian dugaan keracunan MBG di Tulungagung,” katanya.

 



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Uploader : Abdullah Rifai
COPYRIGHT © ANTARA 2026