Pamekasan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur (Jatim), memfasilitasi akses modal bagi pelaku usaha perikanan sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian keluarga nelayan.
"Program ini dirancang untuk memperkuat daya saing pelaku usaha perikanan melalui akses permodalan yang mudah, murah, dan terjangkau dengan bunga ringan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pamekasan Abdul Fata di Pamekasan, Kamis.
Jenis pelayanan yang diberikan DKP bagi para nelayan itu mulai dari pendampingan jenis usaha yang layak dikembangkan, hingga kelengkapan administrasi sebagai prasyarat mengajukan pinjaman modal usaha, katanya, menjelaskan.
Pendampingan dilakukan secara langsung hingga saat datang ke pihak bank, yakni Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim.
"Pemkab, dalam hal ini DKP bekerja sama dengan BPR Jatim dan program ini sebagai bentuk komitmen dalam mendukung dan meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan," katanya.
Menurut Fata, saat ini nelayan yang mendapatkan pendampingan langsung dan telah mengajukan modal usaha, nelayan dari dua desa, yakni Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan dan Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu.
"Jadi, para nelayan didampingi langsung oleh penyuluh perikanan serta difasilitasi untuk memperoleh pinjaman dengan bunga ringan sebesar 1 persen melalui skema pembiayaan yang disediakan oleh BPR Jatim, setelah sebelumnya dilakukan pendampingan survei lapangan untuk memastikan kelayakan dan kesiapan calon penerima pinjaman," katanya.
Melalui kolaborasi yang erat antara dinas perikanan, penyuluh, dan pihak perbankan, diharapkan akses permodalan ini dapat mendorong produktivitas usaha perikanan di Pamekasan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Program fasilitasi akses modal usaha perikanan dengan bunga rendah ini, juga sebagai upaya pemkab dalam mencegah adanya nelayan yang terjerat rentenir," kata Kepala DKP Pamekasan Abdul Fata.
