Sumenep (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Polres Sumenep, Jawa Timur melakukan simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispammako) untuk memperkuat pola penanganan gangguan kamtibmas di wilayah itu, Rabu.
"Simulasi ini bukan hanya sekadar latihan formalitas semata, tetapi sebagai bentuk kesiapan nyata kami dalam menghadapi segala kemungkinan," kata Kapolres Sumenep AKBP Rivanda yang memimpin langsung kegiatan simulasi yang digelar di Lapangan Tribrata Polres Sumenep itu.
Melalui simulasi ini, sambung dia, setiap anggota diharapkan bisa memahami akan peran dan tanggung jawab mereka ketika situasi darurat terjadi dan membutuhkan peran aparat kepolisian.
Kapolres menyatakan, kegiatan simulasi bukan sekadar rutinitas latihan, melainkan wujud nyata kesiapan institusi kepolisian dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel diperagakan berbagai skenario pengamanan, mulai dari ancaman serangan terhadap Markas Komando (Mako), upaya penyusupan, hingga penanganan terhadap massa yang berpotensi anarkis.
"Jadi, simulasi Sispammako ini menjadi bentuk implementasi dari Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan markas, sekaligus pengingat bagi setiap personel untuk selalu siaga terhadap potensi gangguan keamanan kapan pun bisa terjadi," katanya.
Ia mengatakan, kewaspadaan dan kecepatan bertindak harus menjadi refleks setiap anggota, karena keamanan markas merupakan benteng utama dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Selama pelaksanaan kegiatan, simulasi berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif. Seluruh peserta menunjukkan kedisiplinan serta kekompakan tinggi dalam menjalankan setiap skenario yang disimulasikan.
Kapolres Sumenep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah melaksanakan kegiatan dengan serius dan penuh tanggung jawab. Kapolres berharap hasil dari simulasi ini menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lapangan.
"Dengan terselenggaranya simulasi Sispammako ini, Polres Sumenep diharapkan semakin tangguh, sigap, dan responsif dalam menghadapi potensi ancaman keamanan, baik di lingkungan markas maupun di tengah masyarakat, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman di wilayah hukum Kabupaten Sumenep," katanya.
