Surabaya (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang inklusif dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah.
“Melalui pembiayaan KUR Syariah, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para pelaku usaha UMKM naik kelas,” kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam Akad Massal KUR di Surabaya, Selasa.
Anggoro mengatakan tahun ini BSI mendapat amanah KUR Syariah sebesar Rp17 triliun yang meningkat 5,9 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp16 triliun.
Saat ini sebaran penyerapan KUR Syariah tertinggi di BSI tersebar di berbagai wilayah yakni di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Timur yang dinilai memiliki pelaku UMKM yang tinggi dan menyerap banyak tenaga kerja.
Anggoro mengatakan UMKM Naik Kelas menjadi komitmen BSI untuk memperkuat peran grassroot ekonomi mulai dari pendampingan usaha non-bankable hingga mapan.
Hingga Agustus 2025, BSI telah menyalurkan Rp52,18 triliun pembiayaan untuk sektor UMKM atau sekitar lebih dari 356 ribu number of account (NOA).
Selanjutnya, BSI juga menyiapkan close-loop pemberdayaan UMKM mulai dari program inkubasi berupa pelatihan dan pendampingan usaha melalui BSI UMKM Center, sertifikasi halal, dan penguatan literasi keuangan syariah.
BSI turut mendorong akses pembiayaan, business matching mempertemukan potensial pembeli baik lokal maupun global, serta mencetak wirausaha muda BSI Talenta Wirausaha dan BSI Aceh Muslimpreneur.
“Kami memastikan penyaluran KUR tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga konsistensi pendampingan dan literasi keuangan syariah bagi para pelaku usaha,” kata Anggoro.
Hal lain yang menjadi penguatan BSI untuk UMKM adalah akselerasi layanan digital mulai dari Platform seperti Portal UMKM BSI dan Portal Salam Digital menjadi alat penting dalam ekosistem ini.
Portal UMKM BSI pun dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kompetensi sekaligus membangun awareness produknya sedangkan Portal Salam Digital memudahkan masyarakat dalam mengajukan pembiayaan mikro secara digital.
Selain itu, penyediaan superapps BYOND by BSI dan BEWIZE by BSI yang dirancang untuk aktivitas layanan perbankan dan kegiatan usahanya.
“Berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah yang pro kerakyatan juga akan meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan UMKM,” kata Anggoro.
