Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat Perayaan 200 tahun Klenteng Eng An Kiong, di Kota Malang, Jawa Timur, mampu mendongkrak tingkat okupansi hotel di wilayah itu yang rata-rata mencapai 80 persen.
Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki, mengatakan angka okupansi hotel yang mencapai 80 persen sudah terbilang bagus, lantaran lebih tinggi ketimbang momen akhir pekan pada umumnya di angka 70 persen.
"Okupansi setiap akhir pekan sudah bagus, apalagi ditambah event Klenteng Eng An Kiong membuat rata-rata okupansi hotel menjadi 80 persen atau naik 10 persen dibanding momen weekend pada umumnya," kata Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki di Kota Malang, Senin.
Perayaan dua abad Klenteng Eng An Kion berlangsung pada Sabtu (27/9) yang diselenggarakan dengan dikemas melalui konsep kirab budaya internasional bertajuk "Tao Pek Kong ke-14".
Total ada empat ribuan peserta yang berpartisipasi di dalam acara itu. Mereka tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga mancanegara.
Lalu, pada Minggu (28/9) acara perayaan dua abad klenteng bersejarah di Kota Malang ini dilanjutkan dengan jamuan makan malam yang turut dihadiri oleh tamu mancanegara.
Maka dari itu, Agoes menyatakan bahwa okupansi sebesar 80 persen bertahan hingga hari Minggu.
"Ada beberapa hotel yang dekat dengan klenteng itu okupansinya mencapai 90 persen. Kalau lama menginap rata-rata sekarang dua hari, beda dengan dulu yang cuma satu hari," ucap dia.
Agoes menyatakan bahwa capaian okupansi yang ada pada akhir pekan lalu lebih tinggi ketimbang rata-rata okupansi hotel di Kota Malang pada Januari-September 2025 yang berada di angka 70 persen.
Lalu, jika mengacu target okupansi di 2025, maka capaian 80 persen saat pelaksanaan peringatan dua abad Klenteng Eng An Kiong sudah sama dengan target okupansi sepanjang 2025.
Maka dari itu, dia berharap kondisi sosial, politik, dan ekonomi tetap stabil sehingga capaian okupansi minimal bisa sesuai target yang ditetapkan.
"Akhir tahun nanti ada kegiatan religi itu alun-alun, event organizer sudah ada yang taken dengan beberapa hotel untuk akomodasi tamu. Kalau yang Oktober dan November event-nya masih rapat-rapat," katanya.
