Kami ingin mengenalkan UT kepada masyarakat bahwa kuliah UT itu bisa dilakukan oleh semua orang

Surabaya (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) Surabaya menggelar UT Fiesta Volume 2 di Atrium Royal Plaza Surabaya, Sabtu, sebagai ajang sosialisasi perguruan tinggi sekaligus wadah pengembangan bakat dan kewirausahaan pelajar SMA.

“Kami ingin mengenalkan UT kepada masyarakat bahwa kuliah UT itu bisa dilakukan oleh semua orang, tidak perlu biaya mahal, dan bisa dilakukan sambil bekerja,” kata Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti.

Ia menambahkan UT Fiesta diadakan tidak hanya untuk memperkenalkan keberadaan Universitas Terbuka, tetapi juga untuk mendorong generasi muda agar menyalurkan bakat seni sekaligus menyiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja dan usaha.

UT Fiesta menghadirkan pameran pendidikan serta berbagai kompetisi pelajar, di antaranya paduan suara, modern dance, MC, dan reels Instagram.

Selain itu, panggung hiburan diisi dengan penampilan musik dari talenta muda seperti Talykustik Entertainment, DJ Bernard, Candra Jamil, Tania Anandita, dan Helmy Kahaf.

Suparti menegaskan UT juga berkomitmen membantu calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, peluang beasiswa terbuka bagi mereka yang berprestasi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi.

“Kalau nanti ada calon mahasiswa yang misalnya kurang mampu, kami akan mengusahakan adanya beasiswa dari prestasi yang mereka peroleh,” ujarnya.

Acara ini sekaligus memperkenalkan Program Studi Sarjana (S1) Kewirausahaan yang baru dibuka semester lalu.

Suparti menilai prodi tersebut relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang banyak digeluti generasi muda.

Selain menggandeng pelajar, UT Surabaya juga gencar melakukan sosialisasi langsung ke perusahaan dan kawasan industri.

Salah satu strategi terbaru adalah memasang iklan di armada bus Trans Jatim pada rute Surabaya–Sidoarjo–Gresik, Surabaya–Mojokerto, dan Bangkalan, yang setiap hari digunakan pekerja dan masyarakat umum.

Menurut Suparti, pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi acara juga dimaksudkan untuk memperluas jangkauan sosialisasi, terutama kepada masyarakat yang awalnya tidak berpikir untuk kuliah karena terkendala biaya atau keterbatasan waktu.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kuliah di UT bisa dilakukan sambil bekerja, dengan biaya terjangkau, dan tanpa harus selalu hadir di kampus karena sistem pembelajarannya berbasis jarak jauh,” katanya.

Dengan konsep Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mengusung Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), UT Surabaya berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui keberadaannya dan memanfaatkannya untuk meningkatkan pendidikan sekaligus peluang berwirausaha.

Keterlibatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ketintang Surabaya menambah warna kegiatan.

Sekolah itu memamerkan karya siswa berupa makanan dan parfum buatan tangan. Produk makanan bahkan telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan dipasarkan baik secara daring maupun luring.

“Tujuannya untuk memandirikan anak-anak, supaya mereka punya bekal finansial meski tidak semua melanjutkan ke perguruan tinggi,” kata guru SMK Ketintang, Rizky Febrianti.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026