Banyuwangi (ANTARA) - Desa Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat lebih dari 400 kepala keluarga (KK) dari 1.147 KK di desa itu telah melakukan pendaftaran digitalisasi bantuan sosial.
Kemiren merupakan satu dari dua desa di Kabupaten Banyuwangi yang menjadi tempat uji coba pelaksanaan pendaftaran bantuan sosial berbasis digital melalui aplikasi Portal Perlinsos. Banyuwangi menjadi percontohan nasional implementasi digitalisasi bansos yang menjadi mandat Presiden Prabowo untuk ketepatsasaran penerima.
"Alhamdulillah, warga kami antusias mendaftarkan diri dengan berbagai metode yang tersedia, pada hari pertama uji coba pendaftaran digitalisasi bansos kemarin," kata Kepala Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi M Arifin di Banyuwangi, Jumat.
Menurutnya, pada hari pertama uji coba pendaftaran digitalisasi bansos pada Kamis (18/9) di Desa Kemiren dilaksanakan di tiga titik, yakni di Balai Desa Kemiren, dan dua titik lainnya dilaksanakan di dusun.
"Jadi, kami tidak fokus dilaksanakan di kantor desa saja meski ini uji coba, tapi agen perlindungan sosial juga jemput bola ke dusun-dusun melayani masyarakat mendaftar," ujar Arifin.
Program digitalisasi bansos ini, lanjutnya, disambut antusias masyarakat desanya, baik warga yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial maupun belum terakomodasi.
"Dengan adanya bansos berbasis digital ini, siapapun warga yang merasa membutuhkan, bisa mendaftarkan diri. Semoga dengan program tersebut mereka yang benar-benar membutuhkan dan selama ini belum mendapatkan bantuan, bisa mendapatkan," tutur Arifin.
Sementara itu, salah seorang buruh tani di Desa Kemiren, Maryati (60) berharap dengan adanya program digital bansos bisa terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah.
"Saya ini kan buruh tani, anak saya juga buruh tani, tapi tidak pernah dapat bantuan, tak tahu kenapa. Semoga dengan langsung didaftarkan ke pemerintah, saya bisa dapat bansos," katanya.
Uji coba pendaftaran Digitalisasi Bantuan Sosial yang merupakan program pemerintah pusat mulai dilaksanakan di dua desa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (18/9).
Kabupaten Banyuwangi yang dipilih sebagai percontohan pelaksanaan bantuan sosial nasional berbasis digital ini untuk hari pertama dilaksanakan di Kelurahan Lateng (Kecamatan Banyuwangi) dan Desa Kemiren (Kecamatan Glagah).
Untuk pendaftaran digitalisasi bansos bisa dilakukan secara mandiri lewat aplikasi Portal Perlinsos (perlindungan sosial).
Selain itu, pendaftaran juga bisa melalui agen Perlinsos yang sebelumnya telah dilatih, dan sampai saat ini ada sekitar 500 agen Perlinsos di Banyuwangi. Syaratnya, pendaftar harus memiliki Identitas Kependudukan Digital atau IKD, karena portal Perlinsos terhubung dengan IKD.
