Surabaya (ANTARA) - Seniman Surabaya Syarif Waja Bae menilai keberadaan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) memiliki peluang besar untuk berperan dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya, Jawa Timur, sekaligus menggerakkan perekonomian kota melalui kegiatan seni dan budaya.
"Pola pikir seniman tidak seharusnya hanya terfokus pada karya, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Surabaya," kata Syarif dalam keterangannya di Surabaya, Rabu.
Laki-laki yang juga menjabat sebagai Fungsionaris Departemen Film Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) itu, menyebut DKS seharusnya menjadi motor ide bagi Pemkot Surabaya.
Ia menilai, wadah berkumpulnya seniman tersebut bisa menjadikan Surabaya sebagai pusat informasi kesenian dan kebudayaan, atau miniatur Jawa Timur.
“Saya berharap semua bisa membantu semangat pemkot menjadikan Surabaya sebagai etalase Jawa Timur, tentu sesuai dengan bidang yang kita geluti, yakni seni dan budaya,” ucapnya.
Ia menambahkan, Kompleks Balai Pemuda yang berada di pusat kota dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan seni dan budaya bagi generasi muda, termasuk penyelenggaraan pertunjukan berskala internasional untuk menarik wisatawan.
Syarif juga mengajak seluruh seniman Surabaya agar kompak dan bersinergi dengan pemerintah kota demi kemajuan kesenian, kebudayaan, dan ekonomi masyarakat.
“Akan lebih indah jika kita bahu-membahu dan saling mendukung demi kemajuan perkembangan seni dan budaya di Surabaya dan Jawa Timur,” tuturnya.
Sementara itu, terkait kekosongan kepemimpinan DKS, ia berharap ke depan dapat terpilih sosok yang mampu mengayomi seniman dan membangun kerja sama harmonis dengan pemerintah kota.
“Sebagai manusia yang mengedepankan cipta, rasa, dan karsa, kita seharusnya bisa menciptakan iklim berkesenian dan berkebudayaan yang sejuk dan membangun,” ujar pria yang merupakan jebolan Teater Lingkar dari Stikosa AWS itu.
Seniman Surabaya nilai DKS miliki peluang besar sumbang PAD
Rabu, 17 September 2025 13:49 WIB
Seniman Surabaya Syarif Waja Bae saat berdiskusi di Surabaya, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Tim Syarif
menjadikan Surabaya sebagai etalase Jawa Timur
