Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur menyalurkan bantuan langsung tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025 kepada 8.767 penerima.
Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajrihatin di Kota Surabaya, Selasa, menyampaikan penyaluran BLT DBHCHT dipusatkan di PT HM Sampoerna.
"Pak Wali Kota Surabaya hari ini berhalangan hadir, beliau menyampaikan pesan kangen dengan ibu-ibu semua. Insya Allah sewaktu-waktu beliau berharap bisa hadir di tengah-tengah untuk menyapa kita," katanya.
Ia menekankan pentingnya peran cukai rokok dalam mendukung bantuan sosial.
"Hasil dari (pajak) cukai rokok kembali kepada ibu-ibu semuanya. Tahun depan kalau bisa nominalnya naik, kita berdoa bersama-sama," tuturnya.
Anna menjelaskan bahwa bantuan dari DBHCHT tahun 2025 tidak hanya berupa BLT tetapi juga mencakup peralatan usaha untuk buruh pabrik rokok terutama bagi mereka yang menjelang pensiun.
"Kalau tahun-tahun sebelumnya hanya khusus BLT saja, tetapi mulai tahun ini ada peralatan usaha yang juga kita berikan," ujarnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan program ini merupakan komitmen pemkot dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2024 serta Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 85 Tahun 2023.
"Melalui regulasi ini, kita ingin memastikan bahwa pemanfaatan DBHCHT benar-benar menyentuh masyarakat yang paling terdampak. Khususnya para buruh pabrik rokok serta keluarga miskin dan rentan miskin yang belum mendapatkan bantuan sosial lainnya di tahun anggaran yang sama," ujarnya.
Ia berpesan kepada para penerima agar memanfaatkan bantuan BLT DBHCHT sesuai kebutuhan prioritas, karena membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Gunakan untuk kebutuhan yang benar-benar prioritas, dan bagi yang menerima peralatan usaha, jadikan itu sebagai langkah awal untuk membangun usaha yang mandiri dan berkelanjutan," katanya.
