Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendampingi anak yang putus sekolah untuk kembali belajar di bangku sekolah, demi masa depan mereka.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan pemerintah kota hadir langsung mendampingi warga, terutama untuk anak-anak yang masih usia sekolah. Kendati putus sekolah, harus didampingi agar semangat belajar, kembali sekolah dan meraih cita-citanya.
"Kami memberikan motivasi kepada adik EP untuk semangat lagi bersekolah, karena pendidikan ini adalah hak setiap anak. Kita juga tahu bahwa pendidikan ini jembatan untuk meraih masa depan yang gemilang," katanya di Kota Kediri, Selasa.
Wali kota berkunjung ke rumah salah satu anak di Kelurahan Ngampel yang putus sekolah, EP (15). Ia baru lulus SMP dan seharusnya melanjutkan ke SMA. Yang bersangkutan ingin masuk SMKN 1 Jurusan Teknik Mesin Bubut, namun tidak lolos.
Dia mengungkapkan ada beberapa penawaran yang diberikan kepada EP untuk melanjutkan sekolah, yakni bisa melalui pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Nantinya, yang bersangkutan bisa disesuaikan dengan keinginan dan potensinya. Di PKBM juga waktunya fleksibel, bisa disesuaikan.
Selain itu, nantinya juga akan ada tim konseling yang datang ke rumah EP untuk memberikan motivasi.
Pemkot, kata dia, terus berupaya mengurangi angka putus sekolah, sehingga harapannya angka putus sekolah di Kota Kediri ini 0 (nol).
"Tadi saya ngobrol dengan adik EP ini minatnya di mesin. Lalu tadi adik EP juga ingin jadi TNI. Makanya tadi kami motivasi agar mau sekolah untuk meraih cita-cita," kata dia.
Kepala Seksi Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri Sidik Purnomo mengungkapkan untuk periode September 2025 ini, pendaftaran di SMA maupun SMK Negeri sudah di tutup. Namun, jika ingin melanjutkan akan diarahkan ke sekolah swasta, termasuk mengarahkan EP sesuai minatnya. Terdapat beberapa SMK alternatif yang memiliki jurusan permesinan.
Pihaknya menambahkan, untuk fasilitas dan bantuan di semua sekolah sama. Apabila sudah masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bisa dapat bantuan.
"Tahun ini ada tes kemampuan akademik untuk masuk dalam seleksi penerimaan murid baru. Kalau ingin menunda sekolah tahun depan yang bersangkutan tidak punya syarat ini. Kalau dia mau sekolah nanti dari lembaga pendidikan biar jemput bola yang paling penting motivasi untuk sekolah ini bangkit," kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan menambahkan pemkot terus memberikan motivasi dan siap menerjunkan tim konseling, agar EP semangat ke sekolah.
Data dari Dinas Sosial Kota Kediri, keluarga EP ini masuk dalam DTSEN desil 1 dan sudah menerima beberapa bantuan.
Di Kota Kediri, kata dia, jumlah putus sekolah kurang lebih 1.500 orang dan yang sudah berhasil tertangani hampir 1.000 orang, sehingga tinggal sekitar 500 orang yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk diselesaikan.
