Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan selama ini hadirnya Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Kampus Banyuwangi membawa dampak positif bagi sektor peternakan daerah setempat.
"Bukan sekadar sebagai pengungkit SDM di sektor peternakan, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi rakyat, salah satunya melalui pendampingan yang dilakukan para mahasiswa kepada para peternak Banyuwangi, sehingga hasil ternaknya semakin meningkat," ujarnya di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.
Menurut Ipuk, Program Studi (Prodi) Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi terakreditasi "Baik Sekali" pada 2023 dan kini akreditasi tersebut ditingkatkan dengan menjalani re-akreditasi untuk mendapatkan predikat "Akreditasi Unggul".
Bupati Ipuk menyampaikan akreditasi ini tidak hanya baik untuk Unair Kampus Banyuwangi, namun juga berdampak positif bagi sektor peternakan daerah.
"Semoga kolaborasi ini bisa terus kami tingkatkan, dan Pemkab Banyuwangi terus berkomitmen mendukung proses pengembangan dan peningkatan kualitas SDM," katanya.
Predikat Unggul merupakan level tertinggi yang hanya bisa diraih oleh perguruan tinggi dengan akreditasi A, dan telah memenuhi semua standar mutu yang ditetapkan, persyaratannya meliputi kualitas kurikulum, kompetensi dosen, hingga luaran program studi.
Tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) terdiri dari Prof. Dr. Yusuf Ridwan dari IPB, Prof. Dr. Joko Prastowo dari Universitas Gadjah Mada, dan Dr. Hapsari Mahatmi dari Universitas Udayana, selama lima hari akan melakukan asesmen lapangan.
Asesmen dilaksanakan selama 5 hari, mulai 8 hingga 12 September 2025, di kampus FIKKIA Unair Banyuwangi.
Bupati Ipuk: Prodi Kedokteran Hewan Unair berdampak positif
Senin, 8 September 2025 22:15 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menemui Tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi
