Surabaya (ANTARA) - Seorang warga Gubeng, Intan menceritakan pengalaman diselamatkan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat terjadi kerusuhan pada Jumat (29/8).

Hari itu, dirinya hanya ingin pulang seperti biasa setelah bekerja tetapi takdir membawanya pada peristiwa penuh haru dan bertemu langsung dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di tengah suasana kota yang mencekam.

"Saya tahu kalau misalnya ada demonstrasi itu, cuman kalau dari saya pribadi itu saya kira demo-nya ada di Polda Jatim,” ujar Intan di Surabaya, Jumat.

Intan sempat melewati Jalan Gemblongan, Genteng Kali, hingga Walikota Mustajab yang masih terlihat normal.

Namun, sesampainya di depan rumah dinas wali kota, dirinya kaget jika alan menuju rumahnya ditutup dan suasana tegang.

Di tengah kerumunan, sosok Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tampak berdiri mengenakan pakaian hitam, mengatur lalu lintas.

“Pas waktu di depan pemkot itu tiba-tiba ditutup, terus ada Pak Eri. Beliau pakai baju hitam, disuruh belok kiri (Jalan Sedap Malam). Pas belok itu saya langsung berhenti seketika,” katanya.

Bingung harus bagaimana, Intan kemudian dihampiri salah satu petugas Pemkot Surabaya. Intan kemudian memberanikan diri untuk bertanya arah pulang dan tak lama kemudian, Eri Cahyadi sendiri menghampirinya.

“Pak Eri nanya rumah Mbaknya di mana. Saya bilang di daerah Gubeng Kertajaya. Terus Pak Eri langsung bilang, ‘tapi akses menuju rumahnya Mbak ini sedang tidak bisa dilewati.’ Beliau bilang sedang ada kerusuhan, suasananya mencekam,” tutur Intan yang 30 tahun tinggal di kawasan Gubeng Kertajaya ini.

Peristiwa malam itu membekas dalam ingatan Intan. Baginya, bukan hanya karena situasi genting yang membuatnya terjebak, tetapi juga pengalaman mendapat perlindungan langsung dari seorang pemimpin kota.

“Rasanya campur aduk. Saya bingung, takut, tapi juga merasa aman karena ada beliau. Itu tidak akan pernah saya lupakan,"ujarnya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026