Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) mengimbau aparat keamanan untuk melakukan pendekatan persuasif dalam menghadapi pengunjuk rasa dan para elit partai politik harus lebih peka mendengarkan aspirasi rakyat.
FKUB Jember bersama perwakilan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Musyawarah Antar Gereja, Persekutuan Gereja Indonesia, perwakilan umat Katolik, perwakilan umat Budha, perwakilan umat Hindu, perwakilan umat aliran kepercayaan, Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, dan Universitas Islam Jember (UIJ) menyampaikan seruan moral untuk elit parpol, aparat keamanan dan masyarakat di Kampus UIN KHAS Jember, Selasa.
"Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya beberapa korban dalam aksi demonstrasi beberapa waktu yang lalu serta berbela rasa terhadap masyarakat dan aparat yang terluka dalam peristiwa tersebut," kata Ketua FKUB Jember Abdul Muis Sonhaji di Kampus UIN KHAS.
Menurutnya demonstrasi sebagai bagian dari hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya tidak dapat dilarang tetapi dalam penyampaiannya hendaknya sesuai dengan aturan-aturan yang ada dan tidak merugikan kepentingan umum.
"Kami juga menyerukan kepada aparat keamanan dalam menyikapi tuntutan masyarakat hendaknya mengedepankan pendekatan pendekatan humanis, persuasif dan profesional," tuturnya.
FKUB juga menyerukan kepada penyelenggara negara dan elit partai politik agar memiliki sikap empati terhadap kondisi masyarakat dan sungguh-sungguh mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, serta tidak berperilaku yang dapat mencederai hati nurani masyarakat.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Jember agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, sehingga melakukan tindakan-tindakan yang destruktif atau merusak yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Kami juga berdoa semoga negara yang kita cintai khususnya Kabupaten Jember tetap kondusif, aman, damai serta sejahtera," katanya.
