Madiun (ANTARA) - BASF Indonesia meluncurkan herbisida pratumbuh terbaru, Luxinum yang efektif mengendalikan gulma pada tanaman padi untuk dikenalkan kepada para petani di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
"Indonesia merupakan produsen beras terbesar keempat di dunia. Peluncuran Luxinum akan memberikan peluang baru bagi para petani untuk mencapai hasil panen yang lebih baik karena gulma berhasil dikendalikan," ujar Business Management Southeast Asia BASF Agricultural Solutions Robert Upton saat peluncuran di Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Selasa.
Adapun, Kabupaten Madiun dipilih sebagai lokasi peluncuran karena daerah tersebut merupakan salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur. Dengan ancaman gulma yang masih menjadi tantangan petani, maka peluncuran Luxinum di Kabupaten Madiun dinilai tepat sebagai wujud mendekatkan inovasi ke petani.
"Setelah sukses dengan kegiatan sosialisasi BASF di Rawajitu, Lampung pada 10 Juli yang dihadiri sekitar 550 petani dan di Parigi pada 17 Juli 2025, BASF kini menyelenggarakan acara peluncuran resmi Luxinum pada 26 Agustus di Kabupaten Madiun," katanya.
Robert menjelaskan sesuai data BASF, gulma berpotensi memangkas hasil panen hingga 60 persen, bahkan 90 persen jika dibiarkan tanpa pengendalian. Selain itu, gulma juga dapat merebut 52 persen nutrisi dari tanaman padi.
Adapun, Luxinum dengan bahan aktif pertama dalam kelompok herbisida kelas baru, HRAC grup 30, diklaim efektif mengendalikan gulma rumput, teki, dan beberapa jenis gulma berdaun lebar. Luxinum mampu memberi perlindungan hingga 21 hari melalui aplikasi semprot tiga hari setelah tanam.
Sementara itu, Local Business Management BASF Agricultural Solutions Indonesia Jerico Gascon menyatakan arti penting Indonesia bagi BASF.
"Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang kami pilih untuk memperkenalkan Luxinum dalam pertanian padi. Ini menegaskan besarnya peran petani Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan," kata dia.
Peluncuran Luxinum di Kabupaten Madiun ini diharapkan dapat menjadi momentum baru bagi para petani padi dalam mengatasi tantangan gulma dan meningkatkan produktivitas. Dengan teknologi baru yang ditawarkan, BASF optimistis produk tersebut akan membantu Indonesia memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen beras terbesar di dunia
Kepala Desa Sumber Bening Basuki, menyambut baik pemilihan desanya sebagai lokasi peluncuran perdana produk herbisida tersebut.
"Kami bangga dipercaya sebagai tempat pertama peluncuran Luxinum. Harapan kami, BASF menjaga kualitas produknya dan tidak memberatkan petani dengan harga yang tinggi," kata Basuki.
Kegiatan peluncuran tersebut diikuti oleh ratusan petani dari wilayah Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo.
Setelah diluncurkan perdana di Kabupaten Madiun, Luxinum akan didistribusikan secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia. Produk tersebut dirancang menjadi tulang punggung program pengendalian gulma yang efektif dan berkelanjutan melalui rotasi mode aksi, sehingga mampu mencegah terbentuknya resistensi baru pada gulma.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026