Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), Senin, menggelar upacara adat Metri Bumi di sejumlah sumber air untuk mengajak masyarakat menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan.
Tradisi itu dilakukan di Sumber Air Papringan, Desa Masaran, Kecamatan Bendungan, dan Sumber Air Panguripan, Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan.
"Kalau pohon terjaga dan sumber air bersih, maka kehidupan akan terus ada meskipun bupatinya tidak ada," kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, di Trenggalek.
Ia berharap menjaga sumber air bisa menjadi kebiasaan baru masyarakat di seluruh wilayah Trenggalek.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga melakukan penanaman pohon, termasuk pohon aren yang diharapkan dapat menjaga debit air.
"Metri bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek," ujarnya.
Camat Bendungan Sujatmiko menambahkan, antusiasme warga cukup tinggi dalam kegiatan pelestarian sumber air.
Menurutnya, sumber air Papringan saat ini masih menghidupi sekitar dua rukun tetangga atau sekitar 120 kepala keluarga.
"Kami mengapresiasi warga karena benar-benar melestarikan. Dengan adanya kegiatan ini, tentu memotivasi masyarakat untuk menjaga sumber air dan pohon-pohon besar di sekitarnya," ucap Sujatmiko.
