Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 200 siswa sekolah dasar (SD) Margorejo I Surabaya mengikuti lomba mewarnai Pertamina Endro dengan tema "Nusantara Bicara MotoGP Pertamina Enduro Mandalika".
Vice President Marketing PT Pertamina Lubricants Nugroho Setyo Utomo dalam keterangannya di Surabaya, Rabu mengatakan kegiatan ini diadakan untuk menyambut ajang balap MotoGP di Mandalika.
"Pertamina Enduro merupakan sponsor utama tim MotoGP Pertamina Enduro VR46 Racing Team yang dimiliki legenda balap Valentino Rossi," katanya.
Ia mengatakan, Surabaya dipilih sebagai kota kedua dari tujuh kota lainnya karena dikenal sebagai kota pahlawan yakni simbol semangat kebangkitan pemuda dan keberanian bangsa serta sejalan dengan nilai ketangguhan dan sportivitas yang ingin ditanamkan sejak dini kepada generasi muda Indonesia.
"Oleh karena itu dalam lomba ini, para siswa diberikan gambar dasar yang memadukan ikon budaya Surabaya dengan nuansa dunia balap, mulai dari Tugu Pahlawan hingga Monumen Suro & Boyo," katanya.
Ia mengatakan, Dengan ini kegiatan Nusantara Bicara menjadi sarana literasi budaya dan pengenalan dunia otomotif kepada anak-anak.
"Surabaya memiliki semangat perjuangan yang melekat pada identitasnya. Melalui Pertamina Enduro Nusantara Bicara, kami ingin menyambungkan nilai sejarah dan keberanian itu kepada generasi muda, sekaligus mengenalkan dunia otomotif melalui cara yang menyenangkan dan edukatif," ujarnya.
Ia mengatakan, satu orang pemenang utama dari tujuh sekolah di tujuh kota besar akan berkesempatan menyaksikan langsung balapan MotoGP di Mandalika bersama seorang pendamping.
"Sementara itu, di setiap kota termasuk Surabaya, Pertamina Enduro juga memberikan hadiah tabungan pendidikan dengan total hadiah jutaan rupiah untuk juara 1, 2, dan 3 berupa untuk mendukung masa depan pendidikan para pemenang," katanya.
Kepala Sekolah SDN Margorejo 1 Sri Kis Untari menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di Surabaya.
"Kami sangat bangga bisa menjadi tuan rumah kegiatan Nusantara Bicara yang memadukan kreativitas anak-anak dengan semangat olahraga balap. Ini bukan sekadar lomba mewarnai, tetapi juga wadah untuk menanamkan rasa percaya diri, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Semoga dampak positifnya akan terasa juga di kota-kota lain," ujarnya.
