Kemudahan Transportasi Dongkrak Potensi Pariwisata Banyuwangi

id miss coffee kunjungi banyuwangi, kopi banyuwangi, setyawan subekti tester kopi, pariwisata banyuwangi, abdullah azwar anas

Kemudahan Transportasi Dongkrak Potensi Pariwisata Banyuwangi

Surabaya - Kemudahan akses transportasi darat dan udara yang sedang dikerjakan pemerintah akan semakin mendorong pengembangan industri pariwisata di kawasan timur wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Banyuwangi.

Ketua Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata Indonesia (Asita) Jatim Ariffudinsyah kepada wartawan di Surabaya, Selasa mengatakan, potensi pariwisata di kawasan timur Jatim sangat besar, khususnya wisata alam seperti pantai dan hutan, tetapi hingga kini belum tergarap maksimal.

"Selama ini kendalanya masalah transportasi. Namun, dengan pembukaan jalur penerbangan Jakarta-Banyuwangi melalui Surabaya, kendala itu sudah teratasi," ucapnya.

Selain jalur penerbangan, pemerintah pusat juga berencana membangun jalur kereta api "double track" dari Surabaya menuju Banyuwangi pada 2014, meneruskan proyek serupa dari Jakarta-Surabaya.

Menurut dia, potensi wisata di Banyuwangi seperti Kawah Gunung Ijen dan Pantai Plengkung (G-Land) cukup menarik minat wisatawan asing, terutama dari Eropa, Australia dan Amerika Serikat.

"Pantai Plengkung sangat diminati turis asing, karena ombaknya yang bagus untuk selancar. Hanya saja, sebagian besar turis datang ke Plengkung tidak lewat Surabaya, tapi melalui Bali," ujar Ariffudinsyah.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengemukakan, industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian untuk dikembangkan, selain pengembangan kawasan industri.

Keseriusan Pemkab Banyuwangi dalam menggarap sektor wisata dibuktikan dengan diterimanya "Travel Club Tourism Award" (TCTA) 2012, sebuah ajang yang digelar Travel Club bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Penghargaan tersebut diserahkan Deputi Menko Perekonomian Edy Putra Irawadi dan Dirjen Pengembangan Destinasi Kemenparekraf Firmansyah Rahim kepada Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Senin (24/9).

"Kabupaten Banyuwangi memperoleh penghargaan untuk kategori 'The Most Improved', karena konsistensinya mengembangkan sektor kepariwisataan dalam dua tahun terakhir," paparnya.

TCTA 2012 memilih pemerintah daerah mulai provinsi hingga kabupaten/kota yang memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan pariwisata, termasuk pemberdayaan masyarakatnya.

Ajang tahunan ini memilih 25 daerah, terdiri dari tiga provinsi, sembilan kota dan 13 kabupaten sebagai penerima penghargaan.

Menurut Anas, pihaknya melakukan tiga langkah konsolidasi dalam memperkuat sektor pariwisata, yakni perbaikan infrastruktur, pengembangan kekayaan budaya lokal dan keterlibatan masyarakat pariwisata.

Untuk pembangunan infrastruktur, Pemkab Banyuwangi sedang membenahi akses jalan menuju obyek wisata unggulan, seperti Kawah Ijen dan Pantai Plengkung.

"Kami targetkan akhir tahun ini bisa selesai, sehingga turis asing yang melancong ke Pantai Plengkung tidak lagi harus lewat Bali," ujarnya.

Ia menargetkan sekitar 20 persen dari jutaan wisatawan asing yang melancong ke Bali setiap tahunnya bisa singgah ke Banyuwangi.

"Semester pertama tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai sekitar 1,4 juta orang. Kalau 20 persennya bisa kami dapat, tentu dampak ekonominya buat daerah sangat besar. Belum lagi wisatawan domestik," kata Anas. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar