Surabaya (ANTARA) - PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI) menggelar kegiatan khitanan massal gratis bagi masyarakat kurang mampu di lingkungan sekitar perusahaan, sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab perusahaan, Kamis.
"Kepedulian seperti ini harus menjadi contoh bagi perusahaan lain, baik yang berada di wilayah pangkalan maupun Surabaya Raya. Biaya khitan cukup mahal bagi masyarakat, sehingga bantuan seperti ini sangat berarti," ujar Owner sekaligus Penasehat Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU), Bambang Haryo Soekartono saat meninjau acara.
Kegiatan yang berlangsung di galangan kapal PT ASSI, Bangkalan, tersebut diikuti oleh puluhan anak dari berbagai daerah sekitar perusahaan.
Menurutnya jika semua perusahaan melakukan hal yang sama akan banyak masyarakat yang terbantu dengan kegiatan serupa.
Ia juga menjelaskan bahwa metode khitan yang digunakan dalam kegiatan ini sudah menggunakan teknik modern yang minim rasa sakit, sehingga anak-anak dapat pulih lebih cepat.
"Harapannya, anak-anak yang telah dikhitan ini tumbuh menjadi generasi yang sholeh, sehat, dan membanggakan bagi masa depan Indonesia emas seperti yang dicanangkan Pak Prabowo Subianto," kata pengusaha yang juga Anggota DPR RI ini.
Direktur Utama PT ASSI, Anita Puji Utami, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Ini juga menjadi ladang amal bagi keluarga besar PT ASSI," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selain memiliki nilai religius dalam ajaran Islam, khitan juga memiliki manfaat medis, seperti menjaga kebersihan dan mencegah infeksi.
"Harapan kami, anak-anak yang dikhitan bisa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berbakti kepada agama, bangsa, dan negara," kata Anita.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen perusahaan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bambang Haryo Soekartono atas dukungan dan kehadirannya dalam kegiatan sosial tersebut.
Di tempat yang sama salah satu orang tua peserta, Muhammad, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.
"Khitan massal ini gratis, metodenya juga bagus, anak saya tidak merasa sakit. Setelah selesai, anak juga mendapat bingkisan dan uang saku, jadi mereka sangat senang," tuturnya.
