Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) yang merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama TNI Angkatan Laut (AL) melalui Lantamal V Surabaya mencapai 8.027 rumah.
"Tahun ini sebanyak 300 unit akan direnovasi, yang mana program itu telah konsisten dilakukan selama sepuluh tahun ini menyasar rumah keluarga tidak mampu di empat daerah di Jatim," kata Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat memimpin upacara pembukaan renovasi rutilahu di Halaman Kantor Bupati Probolinggo, Senin.
Hingga tahun 2024 sebanyak 7.727 rumah tidak layak huni telah direnovasi oleh tim Lantamal V di area Jatim dan akan ditambahkan sebanyak 300 rumah yang akan direnovasi tahun 2025, sehingga total hingga tahun ini sebanyak 8.027 rumah yang direnovasi.
Sebanyak 300 rumah yang akan direnovasi tersebar di Kabupaten Probolinggo sebanyak 100 unit, di Kota Probolinggo sebanyak 100 unit, di Kabupaten Pasuruan sebanyak 70 unit, dan Kabupaten Magetan sebanyak 30 unit.
"Jika target penyelesaian program itu adalah 90 hari, maka pada bulan November Pemprov Jatim bersama Lantamal V Surabaya akan menyelesaikan 8.027 rumah dari rumah tidak layak huni menjadi rumah tinggal layak huni," tuturnya.
Ia menjelaskan Program Rutilahu bukan hanya wujud upaya nyata dalam pemenuhan kebutuhan hunian dan permukiman yang layak, namun merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Melalui program itu pihaknya ingin memastikan seluruh warga Jatim memiliki tempat tinggal yang layak, akses terhadap fasilitas dasar, dan harapan untuk hidup yang lebih baik.
Program Rutilahu itu memiliki sasaran masyarakat dalam kategori rumah tangga miskin yang berpedoman pada enam indikator kemiskinan dengan detail antara lain lantai rumah masih berupa tanah, dinding rumah terbuat dari bilik bambu/sesek/gedek, tidak memiliki jendela dan ventilasi udara, tanah milik pribadi dan tidak bermasalah, tidak memiliki aset lain selain rumah, dan penghasilan tidak tetap.
"Program renovasi rutilahu selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo yang menargetkan lima tahun ini ada tiga juta rumah yang dibangun, baik baru maupun dalam bentuk renovasi," katanya.
Oleh karena itu Gubernur Khofifah optimis menjadikan program penyediaan rumah tinggal layak huni sebagai program prioritas sekaligus respon atas tantangan pembangunan di Jawa Timur, khususnya pada urusan perumahan rakyat dan kawasan permukiman.
Sementara Danlantamal V Surabaya Laksamana Pertama TNI Arya Delano menegaskan Program Rutilahu merupakan bentuk kepedulian nyata TNI AL terhadap masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
“Hari ini merupakan hari yang sangat luar biasa karena Ibu Gubernur Jatim bersama Bupati Probolinggo melaksanakan kerja sama dengan Lantamal V untuk renovasi rumah tidak layak huni," katanya.
