Kairo (ANTARA/AFP) - Ulama terkemuka Mesir Sabtu menyerukan larangan internasional terhadap segala bentuk serangan terhadap Islam, setelah satu film provokatif yang memicu protes di Timur Tengah dan Afrika Utara. Sheikh Ahmed al-Tayyeb, imam besar Al Azhar Kairo, tempat lembaga pendidikan tertinggi Muslim, menegaskan "tentang perlunya resolusi internasional (melarang) serangan terhadap simbol-simbol agama Islam," dalam satu pernyataan yang ditujukan kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon dan disiarkan kantor berita MENA. Eesolusi itu harus "mempidanakan serangan-serangan terhadap simbol-simbol Islam dan terhadap agama-agama lain, setelah kerusuhan terhadap mereka yang memprovokasi tantangan pada perdamaian dunia dan keamanan internasional," kata Tayyeb. Sebuah film yang diproduksi di Amerika Serikat, "Innocence of Muslims" menimbulkan gelombang aksi kekerasan berdarah anti-Amerika di Mesir, Libya, Sudan, Yaman dan sejumlah negara lain. Imam itu mengatakan PBB bertanggung jawab "melindungi perdamaian dunia dari setiap ancaman agresi agar" kejadian-kejadian "berbahaya ini tidak terulang." Ia juga menyeru "rakyat Mesir dalam saat yang berat ini menunjukkan kearifan dan menahan diri," mengecam sasaran terhadap orang-orang yang tidak bersalah dan menegaskan misi-misi diplomatik asing harus dilindungi. (*)
Berita Terkait
Swiss bekukan semua aset milik Nicolas Maduro
12 jam lalu
Brasil hingga Spanyol nyatakan prihatin soal AS sita aset Venezuela
5 Januari 2026 22:30
Setelah Venezuela, Kolombia bisa jadi target Trump berikutnya
5 Januari 2026 16:15
Venezuela: Sebagian besar tim keamanan Maduro tewas dalam operasi AS
5 Januari 2026 10:54
China kecam serangan AS di Venezuela, tolak "polisi dunia"
5 Januari 2026 09:54
