Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa bumi yang terjadi di Kecamatan Tiris.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto mengatakan bantuan diberikan setelah tim Tagana melakukan asesmen selama dua hari di lokasi terdampak, sehingga hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam menentukan warga yang berhak menerima bantuan.
"Kami hadir mewakili Pemkab Probolinggo untuk menyalurkan bantuan sosial berupa logistik kepada korban terdampak gempa bumi. Bantuan itu diharapkan dapat sedikit meringankan beban kebutuhan harian mereka," katanya dalam keterangan di Kabupaten Probolinggo, Rabu.
Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya sebagai penyedia bantuan fisik, tetapi juga untuk memberikan semangat moral kepada para korban, sehingga pihak Dinsos ingin memberikan dukungan moral bahwa bencana ini adalah ujian dan berharap mereka tetap tabah serta menemukan hikmah di balik musibah itu.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Kecamatan Tiris beberapa hari lalu menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak psikologis dan kebutuhan mendesak warga menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
"Semua bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga penerima agar tepat guna. Semoga bantuan logistik itu bisa memberikan manfaat bagi warga terdampak gempa bumi," katanya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo R. Oemar Sjarif mengatakan jumlah rumah terdampak gempa sebanyak 34 rumah pada empat desa di Kecamatan Tiris dengan rincian di Desa Segaran sebanyak 9 rumah, Desa Tiris sebanyak 14 rumah, Desa Ranu gedang 4 rumah, dan Desa Ranu Agung 7 rumah.
"Kami terus memantau perkembangan warga yang terdampak gempa dan kami imbau warga tidak menempati ruangan yang dindingnya mengalami retakan dalam kategori sedang," tuturnya.
Ia mengatakan sebagian rumah mengalami retak pada dinding dan struktur penyangga, sehingga tidak aman untuk langsung dihuni, sehingga tim Pusdalops juga mengumpulkan informasi langsung dari warga terdampak untuk mendata kebutuhan mendesak seperti logistik dan bantuan peralatan.
