Madura Raya (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur memberikan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai kepada para korban gempa bumi di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep sebagai bentuk kepedulian dalam meringankan beban para korban.
"Bantuan yang kami salurkan ini merupakan hasil sumbangan dari sejumlah pengurus PMI di Jawa Timur dan peran serta pihak ketiga," kata Ketua Bidang Pengaduan Bencana PMI Provinsi Jawa Timur Edi Indrayana di Sumenep, Jawa Timur, Senin.
Bantuan itu diserahkan kepada pengurus PMI Sumenep untuk diserahkan kepada para korban.
Jenis bantuan berupa uang tunai dan 180 paket sembako, perinciannya adalah PMI Provinsi Jawa Timur berupa uang tunai sebesar Rp10, PMI Kota Surabaya 100 paket sembako, PMI Kabupaten Sidoarjo 50 paket sembako, PMI Kota Malang sebanyak 30 paket sembako.
“Kami menyerahkan bantuan itu kepada PMI Sumenep untuk menyalurkan kepada warga terdampak gempa bumi di Pulau Sapudi, semoga bermanfaat bagi para korban bencana alam di pulau itu,” ujarnya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Bidang Pengaduan Bencana PMI Provinsi Jawa Timur Edi Indrayana dan Perwakilan PMI Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Malang kepada Ketua PMI Kabupaten Sumenep Edi Rasiyadi, di Markas PMI setempat.
Edi Indrayana menyatakan pihaknya menginstruksikan PMI Kabupaten dan Kota di Jawa Timur untuk bergotong royong manakala di salah satu daerah terjadi bencana alam, sebagai wujud solidaritas membantu warga yang terdampak bencana seperti gempa bumi di Kabupaten Sumenep.
“PMI Jawa Timur mendorong agar seluruh PMI kabupaten dan kota di provinsi itu saling membantu dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi kekuatan PMI,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Sumenep Edi Rasiyadi mengatakan pihaknya berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan PMI Jawa Timur serta kepeduliannya kepada warga terdampak gempa di Kabupaten Sumenep.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat terdampak gempa, khususnya di Pulau Sapudi, yang menjadi wilayah terbanyak warga mengalami kerusakan rumah,” tuturnya.
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak terkait, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
“PMI Kabupaten Sumenep menyalurkan bantuan ini kepada warga terdampak melalui dua perangkat daerah itu supaya penerimanya tepat sasaran," katanya.
Gempa bumi magnitudo 6,5 yang melanda Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, pada 30 September 2025 sekitar pukul 23.49 WIB dan menyebabkan 374 bangunan mengalami kerusakan, tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Nonggunong, Gayam, dan Talango.
Sebanyak 374 bangunan rusak itu terdiri atas 113 bangunan mengalami rusak ringan, 157 bangunan rusak sedang, dan 104 bangunan rusak berat.
Pemkab Sumenep sebelumnya telah menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi para korban dan menerjunkan tim gabungan dari unsur polisi dan TNI untuk membantu membangun rumah warga yang rusak akibat musibah tersebut.
