Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menargetkan produksi ikan hias pada 2025 sebesar 72,24 juta ton, naik atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang ditetapkan sebesar 68,8 juta ton.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan Tulungagung Sriyanti, Kamis menyebutkan kenaikan target ini didasarkan pada capaian positif produksi ikan hias sepanjang 2024 yang melebihi ekspektasi.
“Pada 2024 lalu, realisasi produksi ikan hias mencapai 74,14 juta ton, melampaui target yang hanya 68,8 juta ton. Capaian ini jadi acuan kami menetapkan target lebih tinggi di 2025,” ujarnya.
Hingga semester pertama 2025, total produksi ikan hias di Tulungagung telah mencapai 45,61 juta ton, atau sekitar 63 persen dari total target tahunan.
Ia menjelaskan, komoditas unggulan ikan hias Tulungagung antara lain ikan mas koki, yang telah diekspor ke sejumlah negara melalui eksportir di Tangerang.
Setiap bulan, sekitar 40 ribu ekor ikan mas koki dikirim ke luar negeri.
Sebelum dikirim, ikan-ikan tersebut telah melalui proses sortir ketat untuk memastikan hanya kualitas terbaik yang diekspor. Hal ini penting untuk menjaga harga jual tetap stabil di pasar internasional.
“Mulai dari struktur tubuh hingga kesehatan ikan menjadi penentu utama. Kualitas terbaik akan mempertahankan nilai jual di harga tertinggi,” jelas Sriyanti.
Pasar ekspor ikan mas koki dari Tulungagung kini telah menjangkau berbagai negara, di antaranya Jepang, Inggris, Australia, Kanada, serta sejumlah negara di Afrika. Jenis yang paling diminati meliputi Oranda, Ranchu, Ryukin, dan Demekin.
Sriyanti mengungkapkan, tantangan terbesar dalam budidaya ikan hias terjadi saat musim pancaroba. Perubahan cuaca ekstrem dinilai meningkatkan risiko serangan penyakit pada ikan.
“Biasanya pembudidaya akan mengurangi volume air kolam saat pancaroba untuk menekan risiko penyakit. Perawatan ekstra sangat diperlukan agar tidak merugi,” pungkasnya.
