Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan tiga unit Rumah Ilmu Arek Suroboyo (Rias) baru pada tahun 2026 terutama bagi perempuan.
"Kami akan menambah lagi tempat-tempat untuk asrama ini ada tiga tempat lagi, karena ini (RIAS Wonorejo Timur) untuk laki-laki, belum ada yang perempuan. Perempuan lagi kita siapkan, tempatnya," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai meninjau fasilitas RIAS yang ada di Jalan Wonorejo Timur, Surabaya, Selasa.
Ia mengemukakan keberadaan Rias merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya dalam mendidik dan membina anak-anak dari keluarga kurang mampu mengingat kapasitas RIAS di Wonorejo Timur yang sudah penuh.
“Karena kami tidak ingin kamarnya itu buat anak banyak. Jadi kamarnya itu tadi ada yang maksimal 12 anak, ada yang maksimal 18 anak dengan melihat luas kamarnya. Dan kita kasih pendingin ruangan sehingga mereka tidurnya juga nyaman," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat 110 anak yang tinggal di Rias Wonorejo Timur dimana sebanyak 86 anak merupakan penghuni baru yang diterima tahun ini.
"Alhamdulillah hari ini kita menerima anak kelas 1 SD, 10 orang. Dulu tidak ada kelas 1 SD, tetapi sekarang sudah ada yang dititipkan orang tuanya 10 anak, dan ini mungkin akan terus bertambah," tuturnya.
Meskipun pengelolaan Rias berada di bawah Pemkot Surabaya, Wali kota Eri tetap menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pembinaan karakter anak-anak.
"Selagi masih bisa, orang tualah dengan kasih sayangnya yang bisa mengubah karakter anak. Tetapi kami akan dukungan bantuan terhadap pendidikannya, jangan sampai mereka tidak sekolah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa proses seleksi penerimaan anak ke Rias dilakukan melalui verifikasi kondisi sosial ekonomi keluarga. Anak-anak yang benar-benar membutuhkan akan diprioritaskan untuk masuk ke dalam asrama.
“Kalau sudah benar-benar (orang tua) angkat tangan, tidak mampu, nanti setelah kita cek kita masukkan di asrama ini,” imbuhnya.
