Jakarta (ANTARA) - Novak Djokovic mengakui mengalami cukup banyak kendala fisik ketika perjalanannya di Wimbledon harus berakhir dengan kekalahan straight set dari Jannik Sinner di semifinal, Sabtu WIB.
Petenis berusia 38 tahun itu tampak terhambat secara fisik sepanjang pertandingan, masih merasakan dampak dari jatuh keras saat menang di perempat final melawan Flavio Cobolli.
"Cukup banyak," kata Djokovic saat ditanya seberapa besar gangguan fisik yang ia rasakan setelah kekalahan tersebut, dikutip dari ATP.
"Sejujurnya, rasanya tidak menyenangkan di lapangan. Saya tidak ingin berbicara detail tentang cedera saya dan hanya mengeluh karena tidak bisa bermain sebaik mungkin. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Jannik atas penampilan hebatnya. Itu saja. Dia sudah di final. Dia terlalu tangguh."
"Saya merasa kecewa karena saya tidak bisa bergerak sebaik yang saya kira atau harapkan," ujar petenis Serbia itu.
Mengejar gelar major ke-25 untuk memecahkan rekor dan gelar Wimbledon kedelapan yang menyamai rekor Roger Federer, Djokovic tampil solid di lima pertandingan pertamanya.
Namun, cedera yang dialaminya di akhir kemenangan perempat final membuatnya kurang bugar menjelang semifinal Grand Slam ke-52-nya.
"Ini hanya masalah usia, dan kondisi tubuh yang semakin memburuk. Sebisa mungkin saya menjaganya, kenyataan yang saya hadapi sekarang, satu setengah tahun lalu, sungguh tak terduga," kata Djokovic.
"Sulit bagi saya untuk menerimanya karena saya merasa ketika saya bugar, ketika saya fit, saya masih bisa bermain tenis dengan sangat baik. Saya telah membuktikannya tahun ini."
Djokovic, yang hampir menyapu bersih gelar Grand Slam pada 2023, kini tersingkir di semifinal di ketiga turnamen major yang diikutinya pada tahun 2025.
Ia mengundurkan diri dari pertandingan melawan Alexander Zverev di Australian Open dan kalah dari Sinner di Roland Garros.
"Saya rasa bermain best-of-five, terutama tahun ini, benar-benar perjuangan berat bagi saya secara fisik. Semakin lama turnamen berlangsung, semakin buruk kondisinya," kata Djokovic.
"Saya mencapai babak final, saya mencapai semifinal setiap Grand Slam tahun ini, tetapi saya harus melawan Sinner atau Alcaraz. Mereka semua bugar, muda, dan tajam."
"Saya merasa seperti memasuki pertandingan dengan semangat yang setengah kosong. Mustahil untuk memenangi pertandingan seperti itu," ujar Djokovic.
Ketika ditanya apakah ia akan tampil di Wimbledon lagi, Djokovic tetap terbuka.
"Saya akan sedih, tetapi semoga ini bukan pertandingan terakhir saya di Centre Court. Saya tidak berencana untuk mengakhiri karir Wimbledon saya hari ini. Jadi saya berencana untuk kembali setidaknya sekali lagi, bermain di Centre Court pastinya," kata Djokovic.
Djokovic meninggalkan London dengan catatan 26-8 musim ini, yang ditandai dengan gelar ke-100 tingkat turnya di Jenewa. Final pada Minggu (13/7) akan menandai pertama kalinya sejak 2017 Djokovic tidak tampil di pertandingan perebutan gelar Wimbledon.
Ketika ditanya pendapatnya tentang pertandingan mendatang antara Alcaraz dan Sinner, Djokovic sedikit condong ke juara bertahan dua kali tersebut.
"Saya rasa saya akan sedikit condong ke Carlos sebagai favorit karena dua gelar yang telah ia menangi di sini, cara bermainnya, dan kepercayaan dirinya saat ini," kata Djokovic yang kalah dari Alcaraz di final Wimbledon pada 2023 dan 2024.
"Tapi itu hanya sedikit keuntungan karena Jannik memukul bola dengan sangat baik. Saya rasa ini akan, sekali lagi, menjadi pertandingan yang sangat ketat seperti di Paris."
