Sumenep (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur kini mulai menerapkan layanan antrean digital di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik pemkab setempat, yakni RSUD dr H Moh Anwar.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, layanan antrean digital untuk peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), guna mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
“RSUD menerapkan digitalisasi untuk menjawab tantangan pelayanan publik, agar pelayanan cepat dan efisien, sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan layanan kesehatan,” katanya, saat meninjau pelaksanaan program tersebut, Jumat.
Melalui program itu, maka masyarakat yang membutuhkan pelayanan RSUD dengan antrean digital, tidak perlu berlama-lama berada di rumah sakit, karena sistem digitalisasi itu telah mencantumkan jadwal pemeriksaan kesehatan secara jelas.
“Pasien yang mendaftar secara online melalui sistem digitalisasi sudah mengetahui jadwal pemeriksaannya secara pasti, jadi tidak perlu menunggu terlalu lama di RSUD,” ujarnya.
Bupati menyatakan, RSUD dengan sistem antrean digital berefek positif pada kesehatan pasien, mengingat tidak ada penumpukan di rumah sakit, sehingga mencegah risiko menularnya penyakit di antara pasien.
“Yang jelas, antrean digital membantu mencegah risiko penularan penyakit antar pasien, karena mereka datang ke rumah sakit bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya,” katanya.
Program antrean digital di RSUD dr H Moh Anwar Sumenep ini mendapatkan perhatian serius Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pusat.
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, Jumat (11/7) melihat secara langsung ke RSUD dr H Moh Anwar Sumenep.
“Kami ke RSUD Sumenep ini dalam rangka memantau dan evaluasi penerapan layanan digital Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sebagai salah satu rumah sakit rujukan di wilayah Madura yang dinilai siap dan aktif, dalam implementasi digitalisasi pelayanan JKN,” katanya.
Pihaknya menilai bahwa transformasi mutu layanan digital di rumah sakit tersebut telah menunjukkan perkembangan positif, berdasarkan pengakuan pasien telah memanfaatkan sistem layanan digital untuk berobat ke rumah sakit.
“Kami setelah melakukan pengambilan sampel terhadap pasien, diketahui bahwa lebih dari 50 persen, di antaranya telah menggunakan aplikasi mobile JKN untuk mengakses layanan di RSUD ini,” katanya.
BPJS Kesehatan memperkuat ekosistem digital kesehatan nasional, seperti Elektronic Medical Record untuk memudahkan pasien berobat, karena datanya sudah terkoneksi ke fasilitas layanan kesehatan.
“Pasien melalui penerapan rekam medis elektronik (Electronic Medical Record/EMR) sangat mudah dalam mengakses layanan di berbagai fasilitas kesehatan, karena data pasien telah terkoneksi secara terintegrasi,” tuturnya.
Sementara, Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep dr. Erliyati menyatakan, pihaknya terus mengembangkan inovasi layanan digital, untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.
“Kami terus bersinergi dengan BPJS dalam meningkatkan mutu layanan, khususnya dalam bidang digitalisasi dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Erliyati.
Yang jelas, sambung dia, pihaknya merasa termotivasi dengan kunjungan ini untuk melakukan pembenahan dan inovasi, dengan dukungan dari BPJS Kesehatan dalam upaya mempercepat pelayanan berbasis digital.
“RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dengan dukungan Pemerintah Daerah dan BPJS, bisa berinovasi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
