Bangkalan - Kapolres Bangkalan, Madura, AKBP Endar Priantoro, menegaskan, kasus penyerangan rumah warga oleh santri pondok pesantren Nurul Hikmah, tidak terkait paham aliran agama Syiah-Sunni, sebagaimana terjadi Sampang. "Kasus itu sama sekali tidak terkait paham agama, sebagaimana terjadi di Kabupaten Sampang," kata Endar Priantoro, kepada ANTARA, Kamis pagi. Kasus penyerangan rumah warga bernama Muzammil oleh santri pondok di Bangkalan itu, merupakan persoalan pribadi, antara santri dengan pemilik rumah. Kasus penyerangan rumah warga oleh puluhan santri pondok pesantren asuhan KH Bustomi itu berawal, saat pemilik rumah memukul dua orang santri yang melintas di depan rumah korban. Kedua santri korban pemukulan itu lalu menuturkan kejadian itu kepada teman-temannya di pondok pesantren. Secara sepontan, para santri lalu bergerak melakukan aksi solidaritas atas pemukulan yang dilakukan oleh Muzammil tersebut. "Jadi konteksnya sangat jauh berbeda dengan aksi penyerangan yang terjadi di Sampang, Madura," katanya menegaskan. Dua santri yang dipukul oleh pemilik rumah itu, bernama Nuris dan Karim dan kini keduanya diperiksa polisi. Sementara, petugas kepolisian dari jajaran Polres Bangkalan sendiri hingga kini telah memeriksa sebanyak delapan orang terkait kasus perusakan rumah warga oleh santri pondok pesantren Nurul Hikmah. (*)
Berita Terkait
Polisi selidiki kasus pencurian traktor tangan di Pemkab Sampang
7 Januari 2026 14:03
Satgas perbaiki program MBG di Sampang setelah kasus keracunan
1 Oktober 2025 20:49
Sampang lakukan imunisasi campak dengan sistem jemput bola
2 September 2025 06:06
Dinkes Sampang temukan 413 anak positif campak
26 Agustus 2025 20:10
Polres Sampang usut kasus pungli program PTLS
26 Agustus 2025 15:55
BKSDM Sampang proses kasus penganiayaan yang dilakukan oknum ASN
7 Juli 2025 03:30
Mantan anggota DPRD Sampang didalami KPK soal dana hibah Jatim
24 Juni 2025 11:32
KPK: Anggota DPRD Sampang diperiksa terkait pengajuan dana hibah
19 Juni 2025 11:10
