Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 6.000 liter di Desa Tegalsono yang mengalami krisis air bersih akibat masa pancaroba dan kemarau basah.
"Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama perangkat Desa Tegalsono menyalurkan sebanyak 6.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief dalam keterangan tertulis di kabupaten setempat, Jumat.
Menurut dia bantuan tersebut menjangkau sekitar 125 kepala keluarga (KK) atau 500 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Saat ini Indonesia memasuki masa pancaroba atau kemarau basah. Ada wilayah yang masih diguyur hujan, tapi banyak pula daerah seperti Desa Tegalsono yang sudah mulai kekurangan air bersih," tuturnya.
Ia mengatakan distribusi air bersih tersebut merupakan bentuk respons cepat terhadap kondisi masyarakat di tengah musim peralihan yang tidak menentu dan BPBD Kabupaten Probolinggo terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah.
"Pendistribusian air bersih dilakukan sebagai bagian dari pelayanan dasar dalam situasi darurat kekeringan yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat perubahan iklim," ujarnya.
Oemar menjelaskan BPBD Kabupaten Probolinggo siap untuk terus mendukung kebutuhan dasar masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait.
"Jika kekeringan di Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan berlanjut, maka pendistribusian air bersih akan diperluas ke wilayah lain yang juga terdampak krisis air bersih," katanya.
