Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono memberikan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan kepada Direktur Utama/CEO Maspion Grup Alim Markus. "Sudah menjadi tradisi bahwa pemerintah memberikan penghargaan bagi putra terbaik di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI setiap tahunnya," kata Agung Laksono di Jakarta, Sabtu. Agung menjelaskan, melalui Keputusan Presiden nomor 59/TK/2012 tertanggal 30 Juli 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan kepada Alim Markus, yang diusulkan melalui Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat. Agung mengatakan Alim Markus dinilai berjasa dalam membangun perekonomian nasional melalui produk berkualitas terbaik yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia juga dinilai berhasil menggerakkan masyarakat untuk menggunakan produk nasional dengan slogan "Cintailah Produk Indonesia". Tanda kehormatan tersebut, tambah Agung diharapkan dapat memotivasi pihak lain untuk terus membangun perekonomian nasional, melalui produk kualitas terbaik sekaligus menggerakkan masyarakat untuk menggunakan produk nasional Indonesia. Selain itu, Presiden juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada tujuh pegawai negeri sipil dari Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat. Tanda Kehormatan tersebut diberikan kepada pegawai sebagai penghargaan atas jasa-jasa dan dharma bakti yang besar terhadap negara dan bangsa Indonesia.(*)
Berita Terkait
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
