Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lumajang mengangkat potensi durian montong di wilayah pegunungan dengan menyerahkan bantuan bibit tanaman hortikultura unggulan berupa durian montong kepada Gabungan Kelompok Tani dan Ternak Desa (Gapoktandes) Sumber Usaha di Balai Desa Alun-Alun, Kamis.
Bupati Lumajang Indah Amperawati didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Retno Wulan Andari menyerahkan bantuan 4.095 bibit durian montong secara simbolis kepada Kepala Desa Alun-Alun dan perwakilan Gapoktandes.
"Penyerahan bantuan itu menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap potensi pertanian di wilayah pegunungan yang sulit untuk ditanami padi, tetapi sangat cocok untuk tanaman buah-buahan, seperti durian, alpukat, dan sengon," kata Bupati Indah.
Ia mengapresiasi semangat masyarakat dan pemerintah desa yang terus berinovasi untuk meningkatkan perekonomian lokal terkait dengan antusiasme Kepala Desa Alun-Alun dalam mengajukan bantuan bibit sejak awal menjadi motivasi besar bagi pemerintah kabupaten untuk mendukung pertanian buah-buahan di desa tersebut.
"Semangat itu harus dijaga dan ditingkatkan, terutama untuk daerah yang geografisnya tidak memungkinkan untuk bercocok tanam padi. Durian montong sebagai salah satu buah unggulan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga desa setempat," katanya.
Durian montong dikenal sebagai varietas durian yang memiliki kualitas unggulan dengan nilai jual yang tinggi. Bibit yang bersertifikat dan berlabel itu diharapkan tumbuh subur dan menghasilkan buah berkualitas yang bisa bersaing di pasaran lokal dan nasional.
Setelah penyerahan secara simbolis, ia bersama jajaran Forkopimca Ranuyoso melanjutkan kegiatan dengan penanaman bibit durian montong di tanah kas desa di Dusun Darungan. Penanaman ini sekaligus wujud komitmen pemerintah daerah mendorong sektor hortikultura sebagai prioritas pembangunan.
"Kabupaten Lumajang adalah kabupaten agraris dengan sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Oleh karena itu, pengembangan sektor pertanian menjadi prioritas utama kami," ujarnya.
Ia menjelaskan data potensi durian di Lumajang yang cukup besar dengan total luas tanaman durian mencapai 837,54 hektare dan produksi 5.610 kuintal. Data itu menjadi dasar kuat untuk mengoptimalkan pengembangan durian montong di wilayah pegunungan.
"Pengembangan varietas unggulan dan bibit berkualitas seperti durian montong dan Musang King menjadi kunci untuk mempromosikan dan memasarkan produk pertanian kami lebih luas," kata Bupati Indah yang akrab disapa Bunda Indah itu.
Ia mengatakan budi daya durian membutuhkan perawatan intensif, mulai dari pemupukan hingga pengendalian hama, agar tanaman tumbuh optimal dan hasil panen maksimal, sehingga pemerintah berupaya mendukung petani melalui pelatihan dan penyediaan sarana pertanian yang memadai.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang Retno Wulan Andari menjelaskan bantuan bibit durian montong itu sebagai dukungan terhadap pengembangan hortikultura yang sesuai dengan karakteristik wilayah pegunungan. Desa Alun-Alun yang minim lahan persawahan sudah lama fokus pada pertanian buah-buahan dan tanaman palawija.
"Itu adalah langkah konkret untuk mengangkat perekonomian masyarakat desa yang memang tidak bisa mengandalkan tanaman padi. Potensi durian dan buah-buahan lainnya harus dimaksimalkan, terutama dengan bibit unggul yang berkualitas," katanya.
Selain durian, Desa Alun-Alun dikenal memiliki potensi tanaman buah lain, seperti pisang, alpukat, dan degan. Dengan diversifikasi tanaman buah-buahan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih tahan menghadapi fluktuasi pasar.
