Malang - Pembangunan Jembatan Kedungkandang Kota Malang, Jawa Timur, hingga saat ini masih terhambat oleh proses pembebasan lahan milik warga setempat yang belum selesai.
Wali Kota Malang Peni Suparto, Senin, mengemukakan, warga di sekitar area jembatan yang akan dibangun itu menaikkan harga jual (ganti rugi) tanahnya hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya, yakni menjadi Rp3 juta per meter persegi dari Rp1,5 juta per meter persegi.
"Ketika warga tahu kalau pembebasan tanahnya itu akan dijadikan arean pembangunan jembatan, mereka langsung menaikkan harga jualnya. Kondisi ini menyulitkan pemkot," katanya menegaskan.
Ketua DPC PDIP Kota Malang itu mengatakan, jika pemerintah tetap membeli tanah sesuai harga yang dikehendaki warga dan diatas nilai jual objek pajak (NJOP), pasti akan disorot oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Jika tidak ada kesepakatan dan warga tetap bersikeras menjual tanahnya diatas NJOP, tegas Peni, tidak menutup kemungkinan pemkot akan memindahkan lokasi pembangunan jembatas dari wilayah Kecamatan kedungkandang.
Sebenarnya, lanjutnya, pemkot menginginkan adanya pemerataan pembangunan di tiap wilayah (kecamatan), namun kalau warga setempat tidak kooperatif, mau tidak mau harus dialihkan.
Sementara Kepala Dinas Perumahan Kota Malang Wahyu Setianto mengakui jika proses negosiasi untuk pembebasan lahan tersebut cukup sulit, sehingga tim appraisal harus menghitung ulang untuk tahap kedua.
Pada tahap pertama, tim appraisal menentukan harga sebesar Rp1,1 juta untuk tanah di tepi jalan, namun warga minta harga Rp1,5 juta. Saat ini juga sudah dilakukan penghitungan ulang tahap kedua, namun hasilnya masih ada di meja wali kota.
"Kami tetap akan berpedoman pada harga taksiran yang dilakukan tim apprasisal. Tidak mungkin kami akan menuruti harga yang diminta warga, apalagi ada yang minta sampai Rp4 juta/m2, karena ini uang rakyat dan pasti Pemkot Malang akan mendapat sorotan dari BPK," tegasnya.
Sebelumnya Pemkot Malang menargetkan awal Juni 2012 pembebasan lahan milik warga sudah tuntas dan pembangunan Jembatan Kedungkandang sudah bisa dimulai. Lahan yang akan dibebaskan tersebut sebanyak 51 bidang atau milik 51 kepala keluarga (KK).
Pembangunan Jembatan Kedungkandang sebagai salah satu penunjang jalan lingkar timur dan tol Pandaan-Malang itu diperkirakan akan menghabiskan anggaran dari APBD Pemkot malang sebesar Rp79 miliar. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026