Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PT. BPR Jatim (Perseroda) atau yang dikenal dengan Bank UMKM Jatim menghadirkan Program Kredit Sejahtera (Prokesra) pada 2025 dengan suku bunga hanya 3 persen.
“Program pembiayaan ini berbunga rendah yang ditujukan untuk memperkuat pelaku usaha mikro dan kecil di Jawa Timur,” kata Plt. Direktur Utama Bank UMKM Jatim Irwan Eka Wijaya di Surabaya, Senin.
Irwan menjelaskan Prokesra adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah dan perbankan dalam memberikan solusi keuangan yang inklusif bagi UMKM.
Irwan mengatakan Prokesra memiliki suku bunga 3 persen lantaran Pemprov Jatim memberi subsidi sebesar 9,25 persen sehingga dapat menjadi solusi bagi UMKM yang mengalami kendala akses modal.
Tahun ini, Bank UMKM Jatim menargetkan penyaluran kredit kepada 12.000 hingga 15.000 debitur dengan plafon pinjaman hingga Rp50 juta dan tenor cicilan maksimal tiga tahun.
Dengan plafon pinjaman hingga Rp50 juta, tenor cicilan hingga tiga tahun dan skema bunga ringan, Prokesra 2025 diharapkan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Terlebih, penguatan sektor UMKM merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah karena sektor tersebut memiliki peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja.
Sejak 2022 hingga 2024, Bank UMKM Jatim sendiri telah menyalurkan hampir Rp500 miliar kepada 17.895 debitur pengusaha mikro dan kecil.
Menurut Irwan kunci keberhasilan Prokesra tidak hanya terletak pada bunga rendah, tetapi juga pada sistem operasional yang efektif, pemasaran yang tepat, serta analisis cermat terhadap komitmen calon debitur.
Program ini terbukti efektif karena tingkat kredit macet (NPL) hanya 0,26 persen sehingga menunjukkan bahwa pelaku UMKM memiliki komitmen tinggi dalam mengembalikan pinjaman tepat waktu.