"Bang tolong dibungkuskan Jalan Kotek sepuluh biji, dan jangan lupa sekalian saosnya," kata salah seorang pembeli di sebuah rumah makan di kawasan Tanjung Perak.
Tentu saja bagi saya nama sebuah makanan yang disebut pembeli tadi cukup asing di telinga, karena ada Jalan Kotek sebanyak 10 biji dibungkus. He hee, ternyata hanya saya, pengunjung rumah makan khas masakan Makassar itu, yang tidak tahu nama makanan camilan khas warga Sulawesi Selatan itu.
Saya akui, jenis masakan khas Makassar, seperti coto Makassar, sop bersaudara dan es pisang hijau sudah tidak asing di telinga, tapi kue Jalan Kotek agak "aneh".
Untuk menutup rasa penasaran, saya mencoba kue tersebut. Ternyata kue dengan nama "aneh" itu tidak jauh beda dengan nama kue yang sudah lazim dikenal masyarakat Surabaya yakni pastel.
Bagi yang ahli, resep yang dibuat untuk mengolah Jalan Kotek, persis dengan pastel, yakni untuk bahan kulit terdiri dari tepung trigu, mentega, telur, sedangkan untuk isinya kentang, wortel, pepaya (yang masih muda), suun dan udang. Tapi ada juga yang mengganti udang dengan daging sapi atau daging ayam serta telur rebus. Bumbu juga tidak jauh dari brambang, bawang, merica, gula dan garam.
Ada sedikit yang membedakan pastel ala Makassar itu adalah bentuknya yang segitiga dan di bagian isi ada campuran rajangan pepaya muda atau mengkal. Namun ada satu lagi yang jelas beda, makanan yang digoreng itu pad cara makannya, karena harus dicolekkan pada saus dengan rasa sedikit asam dan pedas yang terbuat dari cabai, bawang putih, tomat dan sedikit cuka.
"Kalau pastel kita makan dengan mengunyah sebuah cabai, tapi kalau Jalan Kotek ya dicolekkan pada sausnya," kata Aswandi, penjual makanan khas Makassar sambil mempraktikkan cara makan kue tersebut.
Bagi penggemar kuliner tentu nama itu tidak aneh, karena sudah pasti kenal dan pernah mencoba rasanya. Namun bagi yang belum pernah tahu atau melihat bentuk dan rasanya tidak ada salahnya untuk mengunjungi rumah-rumah makan khas masakan Makassar yang banyak tersebar di Kota Surabaya ini dan mencoba merasakan makanan khas tersebut.
Mengenai harga, tidak terlalu mahal, karena tergantung rasa dan ukuran kue tersebut. Biasanya dipatok antara Rp3.000 sampai Rp4.000 per buah.
Selamat mencoba. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026