Surabaya - Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Darurat Nasional (SDN) Jawa Timur menggelar demo keprihatinan insiden Bima di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Kamis. "Kami juga menolak intervensi asing dalam pertambangan di Indonesia. Tragedi Bima merupakan puncak konflik antara pemerintah dan perusahaan yang bekerja sama melawan rakyat," ujar Koordinator Aksi, Catur Nusantara, di sela aksinya. Menurut dia, konflik yang terjadi berawal dari aparat keamanan yang melindungi pemilik modal sehingga terpaksa berhadapan dengan rakyatnya. Ia mengatakan rakyat selalu dikalahkan dalam setiap persengketaan. "Selama ini rakyat selalu dikalahkan ketika ada persengketaan dengan perusahaan pertambangan maupun perkebunan," paparnya. Di tempat yang sama, Divisi Monitoring dan Investogasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Surabaya, mencatat ada sekitar 103 kasus konflik sumber daya alam berbagau sektor. "Mulai kasus pembantaian rakyat Papua, Sorikmas di Sumatera Utara, dan Tiaka di Sulawesi Tengah. Kemudian, ada juga kasus Senyarang, kasus Teluk Meranti Pulau Padang, kasus Mesuji, sampai kasus terakhir yang terjadi di Bima," katanya. Massa juga mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono bertindak tegas terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Bima. "Kami juga meminta pemerintah melakukan peninjauan ulang terhadap Undang-Undang Penanaman Modal Asing yang selama ini menyengsarakan masyarakat dan pemodal asing selalu mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia," papar Fatkhul. Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung. Sekitar 850 personel disiagakan dan mengawal jalannya aksi. Arus lalu lintas di sekitar Gedung Negara Grahadi juga sempat macet akibat aksi tersebut. Bahkan dua titik jalan ke arah Jalan Gubernur Suryo sempat ditutup total. Kendaraan dari Jalan Basuki Rahmat dialihkan menuju Jalan Embong Malang, dan kendaraan dari Jalan Simpang Dukuh dialihkan ke Jalan Genteng Kali. (*)
Berita Terkait
Kabiro ANTARA Jatim raih gelar magister di UPNVJT dengan predikat cumlaude
24 Januari 2026 17:21
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Khofifah di Grahadi
19 Januari 2026 20:55
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
Wagub Jatim: ANTARA berkontribusi cerdaskan masyarakat
16 Desember 2025 15:35
