Madiun - Seorang siswa kelas V SDN 2 Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, tewas akibat tenggelam di kolam renang Pemandian Umum Piranha yang berada di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat. Siswa tersebut adalah Aditya Yuni Dewantara, warga Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Saat kejadian korban bersama seluruh teman sekelasnya dan sejumlah guru sedang ada kegiatan akhir semester di pemandian umum tersebut. Kegiatan tersebut ada tiga, yakni futsal, voli, dan renang. Salah seorang teman korban, Novan, mengatakan, ia melihat Adit sudah tenggelam di kolam yang berkedalaman 1,3 meter hingga 2 meter. Padahal sebelumnya ia dan siswa yang lain sudah diperingatkan oleh guru untuk tidak bermain di kolam yang berkedalaman lebih dari satu meter. "Saya hanya berani berenang di kolam yang dangkal. Saat saya keluar dari kolam yang dangkal, saya melihat Adit sudah tenggelam di dasar kolam," ujarnya kepada wartawan. Melihat temannya tenggelam, Novan langsung berteriak kepada gurunya. Namun, setelah Adit berhasil dievakuasi dari kolam, korban telah lemas. Saat diberikan pertolongan darurat, korban tetap tidak bergegerak. Oleh sejumlah guru, korban akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Griya Husada Madiun untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong lagi. Salah seorang guru setempat, Mustakim, mengatakan, sebelum acara berenang dimulai, pihaknya telah memberikan peringatan dan pengarahan kepada siswanya untuk tidak berenang di kolam renang yang dalam. "Saat acara berenang sudah selesai, korban terlihat masuk ke kolam lagi. Sayangnya, kolam yang dimasuki adalah kolam renang yang dalam hingga akhirnya tenggelam," ujar Mustakim. Kapolsek Wungu, AKP Heru Kun, membenarkan kejadian ini. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan penyebab kematian korban. Hal ini karena pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. "Keluarga sudah dapat menerima kematian korban dan tidak bersedia dilakukan otopsi. Dengan demikian, kasus ini tidak kami selidiki," ujar Kapolsek saat berada di Rumah sakit Griya Husada. Dari Rumah sakit, jenazah korban langsung diserahkan ke keluarga untuk kemudian dimakamkan di tempat asalnya, Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Magetan. (*)
Berita Terkait
Wamenkomdigi : Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 Januari 2026 17:46
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Khofifah di Grahadi
19 Januari 2026 20:55
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Jawa Timur
19 Januari 2026 18:27
Reposisi ANTARA: tantangan kecepatan, independensi, dan pengawasan
14 Januari 2026 15:10
Sore ini, Derbi Indonesia antara Persib vs Persija digelar
11 Januari 2026 12:39
ANTARA dukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026
9 Januari 2026 16:40
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
6 Januari 2026 16:22
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
