Malang - Sebuah kardus berwarna coklat yang diduga berisi bom, dititipkan seorang penumpang tak dikenal yang datang dari Jakarta di Stasiun Kereta Api (KA) Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu. Kardus itu, kemudian ditinggal begitu saja oleh penumpang bersangkutan, sehingga petugas stasiun KA Kepanjen mencurigai isi kardus seberat 38 kilogram itu. Wakil Kepala Polres Malang, Kompol Anjas Gautama mengatakan, kejadian itu berawal ketika kardus diturunkan dari gerbong makan KA Gajayana jurusan Jakarta-Malang. Kemudian, kardus yang mencurigakan itu dititipkan di kantor Ekspedisi PT Lintas Nusantara yang terletak di lingkungan Stasiun Kepanjen, Malang. "Awalnya, petugas stasiun tidak mencurigai keberadaan kardus, namun ketika penumpang tak dikenal yang menitipkan kardus itu berlari menjauh dari stasiun, petugas semakin curiga, sehingga petugas stasiun melaporkannya ke aparat kepolisian," katanya. Sementara, setelah menerima laporan dari petugas stasiun, aparat Polres Malang langsung menurunkan enam petugas penjinak bahan peledak (Jihandak) Ampeltendo, dan satu mobil penjinak bom. "Kami tidak ingin terjadi sesuatu di Stasiun Kepanjen, oleh karena itu kami langsung tanggap dengan menurunkan enam petugas jihandak beserta satu mobil penjinak bom," katanya. Kemudian, setelah diperiksa dan dibongkar paksa oleh tim Jihandak Ampeltendo di lokasi penemuan kardus, paketan kardus tersebut berisi piringan VCD. "Sebelum kami buka paksa, kami melakukan pemeriksa terlebih dahulu tehadap kardus itu, dan ternyata tidak ada unsur bahan logamnya, sehingga kami buka paksa," katanya. Anjas mengaku berterima kasih kepada warga Kabupaten Malang yang segera melapor apabila menjumpai keberadaan benda yang mencurigakan. "Kami sangat berterimakasih kepada warga Kabupaten Malang, sebab mereka langsung tanggap melaporkan keberadaan benda yang mencurigakan itu, sehingga kami bisa langsung menindaklanjuti," katanya. Anjas mengaku, teror dugaan bom sudah terjadi dua kali di wilayah Kabupaten Malang, yang pertama terjadi di SMP Negeri 4 Kepanjen dan ternyata berisi petasan, dan yang kedua terjadi di Stasiun Kepanjen.(*)
Berita Terkait
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Khofifah di Grahadi
19 Januari 2026 20:55
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Jawa Timur
19 Januari 2026 18:27
Reposisi ANTARA: tantangan kecepatan, independensi, dan pengawasan
14 Januari 2026 15:10
Sore ini, Derbi Indonesia antara Persib vs Persija digelar
11 Januari 2026 12:39
ANTARA dukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026
9 Januari 2026 16:40
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
6 Januari 2026 16:22
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
