Ponorogo - Jajaran Kepolisian Resor Ponorogo, Sabtu, berhasil menyergap sebuah mobil pikap jenis Isuzu Panther nopol AD 1790 HU, yang memuat ratusan kilogram daging sapi gelonggongan. "Penggerebekan jaringan pengedar daging sapi gelonggongan tersebut kami lakukan setelah mendapat informasi dari warga," ujar Kapolres Ponorogo AKBP Yudha Gustawan, Sabtu. Total daging sapi gelonggongan yang hendak dikirim ke seorang pedagang besar di Pasar Songgolangit, Kota Ponorogo tersebut ditaksir mencapai 200 kilogram lebih. "Yang dimuat dalam mobil itu tak hanya daging, ada sekitar 50 kilogram hati sapi dan beberapa kilogram tulang kaki sapi yang semuanya siap jual," kata Kapolres. Selain itu, daging sapi yang telah dimanipulasi berat dan volumenya tersebut diduga juga hendak dikirim ke sejumlah pedagang lain, baik di sekitar kota Ponorogo maupun Madiun. Hal itu diakui sopir pikup, Supardi (30) maupun temannya yang bertugas melakukan transaksi dengan para pedagang, Sungadi (32). Kepada penyidik, keduanya yang sama-sama warga Desa Suboto, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, itu menyebut masih ada satu armada lagi dari kelompoknya yang melakukan pengiriman daging sejenis ke Kota Madiun. "Mereka mengaku berangkat dini hari tadi dari kota Boyalali dengan dua armada, yakni satu menuju Ponorogo dan satu armada lagi menuju kota Madiun. Kedua armada itu menggunakan jalur provinsi Wonogiri-Ponorogo," paparnya. Namun, baik Supardi maupun Sungadi menyangkal jika disebut sebagai pemilik ratusan kilogram daging sapi gelonggongan tersebut. Keduanya mengaku hanya mengantar. Siapa orang yang disebut sebagai pemilik daging ilegal itu, AKBP Yudha Gustawan enggan membocorkan dengan alasan pelaku masih dalam tahap pengejaran. Sementara, menurut pengakuan Supardi, dirinya hanya bertugas untuk mengirim daging sapi ke Kota Ponorogo oleh jagal sapi bernama Wiranto yang juga berasal dari Boyolali. Supardi mengaku jika pegiriman daging sapi yang ternyata gelonggong tersebut biasa mereka lakukan empat kali dalam sepekan. "Setahu saya daging-daging itu dipesan oleh seorang pedagang bernama Sri di sekitar jalan Kalimantan Ponorogo. Per kilogramnya daging sapi itu kalau tidak salah dijual dengan harga Rp53 ribu, jerohan dijual Rp10 ribu per kilogramnya sedangkan tulang sapi dijual Rp5 ribu per kilogram," ungkapnya. (*)
Berita Terkait
DPRD Surabaya minta RPH tambah jaringan mitra pedagang
2 September 2023 07:51
Pemkot Surabaya temukan pengiriman daging tanpa surat resmi
30 Agustus 2023 18:07
DPRD Surabaya minta waspadai peredaran daging gelonggongan
30 Agustus 2023 09:38
Tim monitoring RPH temukan daging gelonggongan di Pegirian
26 Agustus 2023 20:36
Tim monitoring RPH temukan daging gelonggongan di Pegirian
26 Agustus 2023 19:05
Daging Sapi Gelonggongan
5 Desember 2018 23:28
Satgas Pangan Kota Madiun Sita Daging Gelonggongan
3 Juni 2017 11:02
