Sidoarjo - Puluhan korban lumpur Lapindo asal tiga desa, masing-masing Kedungcangkring, Besuki dan Pejarakan, melakukan demo dengan memblokade jalur alternatif desa setempat. Salah seorang warga M Tosin, Senin mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena warga ingin mendapatkan kejelasan ganti rugi mereka yang belum selesai. "Kami ingin kejelasan ganti rugi kami yang belum terselesaikan hingga saat ini," katanya. Ia mengemukakan, warga tiga desa tersebut menilai saat ini belum ada sosialisasi terkait dengan rencana pelunasan ganti rugi yang biasa dilakukan oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) "Kami ingin pelunasan ganti rugi tersebut selesai pada awal tahun 2012 seperti yang telah dijanjikan oleh Wakil Presiden beberapa waktu lalu," katanya. Ia menyebutkan, sampai saat ini belum ada kejelasan siapa saja yang bakal mendapatkan ganti rugi bagi korban lumpur yang kurang 30 persen tersebut. Dalam aksinya, warga juga melarang dua kendaraan berat milik BPLS, seperti eskavator untuk beroperasi melakukan penanggulan. Sementara itu, Humas BPLS Akhmad Kusairi menyatakan kalau pelarangan warga terhadap aktivitas yang dilakukan oleh BPLS tersebut mengancam pembangunan tanggul di tiga desa. "Tanggul yang ada di tiga desa tersebut dipersiakan oleh BPLS dalam mengahadapi musim hujan nanti," katanya. Saat ini, tanggul seluas 40 hektar tersebut terus dikebut supaya pada musim hujan nanti bisa digunakan untuk menampung luberan lumpur dari dalam kolam penampungan utama. (*)
Berita Terkait
Puluhan Rumah Warga Korban Lapindo Terendam Lumpur
26 Desember 2014 12:55
Puluhan Warga Korban Lumpur Demo Kantor Kelurahan
9 November 2011 13:57
Wamenkomdigi : Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 Januari 2026 17:46
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Khofifah di Grahadi
19 Januari 2026 20:55
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Jawa Timur
19 Januari 2026 18:27
Reposisi ANTARA: tantangan kecepatan, independensi, dan pengawasan
14 Januari 2026 15:10
Sore ini, Derbi Indonesia antara Persib vs Persija digelar
11 Januari 2026 12:39
ANTARA dukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026
9 Januari 2026 16:40
