Pamekasan - Puluhan aktivis mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan, Rabu, berunjuk rasa menuntut polisi agar segera menyegel gudang penyimpanan garam impor di PT Budiono Madura Bangun Persada. Unjuk rasa yang digelar di kantor DPRD di Jalan Kabupaten ini, dilakukan dengan membawa berbagai poster dan spanduk yang isinya memrotes kebijakan Polres Pamekasan tidak melakukan penyegelan gudang Budiono. Para pengunjuk rasa ini menilai, kebijakan Kapolres Pamekasan sangat melukai perasaan petani garam, karena pihak perusahaan itu jelas telah melakukan pelanggaran, yakni melakukan impor saat musim panen garam. "Ada apa dengan Polres Pamekasan, kok malah membiarkan adanya pelanggaran," kata Ketua GMNI Pamekasan, Zainal Abidin. Unjuk rasa mahasiswa ke kantor DPRD Pamekasan ini, menurut Zainal merupakan tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa sebelumnya. Tidak hanya itu saja, kelompok mahasiswa ini juga membawa garam rakyat ke kantor DPRD Pamekasan. "Mau dikemanakan garam rakyat Pamekasan ini, jika aparat di sini sudah tidak mau berpihak kepada rakyat," ucap Zainal Abidin, lantang. Ada empat tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam unjuk rasa agar polisi menyegal gudang penyimpanan garam impor milik PT Budiono Madura Bangun Persada ini. Pertama meminta DPRD agar secepatnya menekan bupati serta Polres Pamekasan untuk menyegel garam impor di PT Budiono Madura Bangun Persada. "Yang kedua, kami meminta agar DPRD Pamekasan mengevaluasi izin PT Garam Budiono, atau sekalian dicabut, karena telah menyakiti hati masyarakat petani garam," tuturnya. Sebab, menurut dia, akibat adanya garam impor disaat musim panen garam ini, harga garam di tingkat petani anjlok, tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Tuntutan ketiga, mahasiswa meminta agar bupati melakukan sidak ke gudang-gudang garam lain yang ada di Pamekasan karena, menurut mahasiswa, tidak menutup kemungkinan mereka juga menyimpan garam impor. "Jika tuntutan kami tidak diindahkan maka jangan salahkan kami bersama masyarakat petani garam di Pamekasan datang langsung untuk menyegel gudang Budiono," ucap Zainal Abidin, mengancam. Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Mucdlar Abdullah saat menemui pengunjuk rasa berjanji akan menindak lanjuti tuntutan mahasiswa, dengan melakukan koordinasi dengan Kapolres dan Bupati Pamekasan, serta instansi terkait. Garam impor ditemukan di gudang PT Budiono Madura Bangun Persada di Jalan Raya Tlanakan, Pamekasan ini, saat Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad bersama Komisi IV DPRD RI melakukan inspeksi mendadak ke gudang itu pada Jumat (16/9) lalu. Saat itu, ditemukan sebanyak 21.000 ton garam impor asal India tersimpang di gudang itu. Ketika itu pula Menteri menginstruksikan kepada Mapolres Pamekasan agar gudang itu disita hingga proses hukumnya selesai. Namun, instruksi Menteri ini tidak dilaksanakan dengan alasan karena masih melakukan penyelidikan. Sebelumnya, Direktur PT Budiono Madura Bangun Persada menyatakan, impor yang lakukan jauh sebelum masa panen garam berlangsung, hanya baru tiba di Pamekasan. Dalam sebuah konferensi pers dengan sejumlah wartawan di Pamekasan, perusahaan ini mengaku, impor garam yang dilakukan legal, karena sudah mendapatkan izin dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Bahkan pihak Budiono menyayangkan tindakan Menteri Fadel Muhammad yang membukan paksa gudang miliknya saat melakukan sidak.
Berita Terkait
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
Kepala Biro ANTARA Jatim perkuat soliditas tingkatkan kinerja songsong 2026
15 Desember 2025 20:23
LKBN ANTARA serahkan bantuan untuk pengungsi di Pidie Jaya, Aceh
14 Desember 2025 18:30
88 tahun LKBN ANTARA, tetap eksis di tengah krisis
14 Desember 2025 08:50
LKBN ANTARA raih penghargaan Perhumas
13 Desember 2025 16:02
