Istanbul (ANTARA/Xinhua-OANA) - Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu, Rabu (17/8), mengatakan tuntutan dan sikap Turki sehubungan dengan serangan terhadap kapal bantuan Palestina Mavi Marmara oleh pasukan Israel pada 2010 sudah jelas. Kini terserah kepada Israel untuk memutuskan apakah Tel Aviv mengingini persahabatan atau permusuhan dengan Turki, kata Menlu Turki itu. "Ini adalah pilihan buat Israel. Apakah negara itu mengingini normalisasi hubungan dengan Turki atau mengambil jalur yang berbeda," kata Davutoglu pada suatu taklimat di Istanbul, setelah pertemuan mengenai cara membantu Somalia --yang dipanggang kemarau. "Tindakan Israel terhadap Mavi Marmara adalah kejahatan internasional. Sikap Turki mengenai ini dan tuntutannya sudah jelas. Amerika Serikat dan yang lain diberitahu mengenai langkah apa yang akan kami lakukan jika permintaan ma'af tak disampaikan," kata Davutoglu sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis pagi. Personel pasukan komando Israel menyerbu kapal bantuan Mavi Marmara, yang sedang memimpin armada bantuan menuju Jalur Gaza pada 2010, dan menewaskan sembilan warganegara Turki.
Berita Terkait
Israel akan deportasi sekitar 170 aktivis bantuan Gaza
6 Oktober 2025 10:53
Polisi London tangkap ratusan pendukung Palestine Action
5 Oktober 2025 16:45
11 kapal tambahan berlayar ke Jalur Gaza untuk tembus blokade Israel
3 Oktober 2025 14:34
Ratusan aktivis ditahan Israel di armada Sumud Flotilla
2 Oktober 2025 17:00
Israel serang Global Sumud Flotilla, tangkap para aktivis
2 Oktober 2025 14:26
Global Sumud Flotilla berlayar dekati Gaza untuk dobrak blokade Israel
29 September 2025 21:45
Berlayar ke Gaza, Global Sumud Flotilla diganggu drone
24 September 2025 13:52
Kapal Global Sumud Flotilla ditembaki pesawat nirawak Zionis Israel
9 September 2025 11:27
