Membedah orasi ilmiah gelar Doktor Honoris Causa Pak Surya Paloh ini untuk membuka cakrawala bagi masyarakat, khususnya masyarakat politikSurabaya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Timur menggelar acara seminar bertajuk bedah orasi ilmiah Surya Paloh "Meneguhkan kembali politik kebangsaan".
"Membedah buku itu sudah biasa. Tapi membedah orasi ilmiah atau pidato itu merupakan hal baru. Membedah orasi ilmiah gelar Doktor Honoris Causa Pak Surya Paloh ini untuk membuka cakrawala bagi masyarakat, khususnya masyarakat politik," ujar Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Willy Aditya di Surabaya, Jumat.
Hadir pada kesempatan tersebut mahasiswa, tokoh masyarakat, bakal calon legislatif (caleg) dan pakar komunikasi politik asal Unair, Dr Suko Widodo sekaligus moderator.
Menurut dia, pidato politik merupakan suatu yang istimewa karena bisa merubah dunia.
Ia mencontohkan pidato politik tokoh Bung Karno dan Bung Hatta (proklamator bangsa Indonesia), pidato politik George Washington-salah satu bapak pendiri Amerika Serikat, dan tokoh-tokoh politik dari belahan dunia lainnya.
Baca juga: Ini kriteria calon presiden ideal menurut Surya Paloh
"Bagaimana literasi di tengah dunia media sosial. Teks orasi ilmiah dapat diperdebatkan dan diuji publik. Bedah orasi ini memberikan edukasi kepada masyarakat dan tidak terjadi disinformasi karena mendapatkan informasi sepotong-sepotong," ucapnya.
Dengan kegiatan bedah orasi, kata dia, maka apa yang menjadi pokok pikiran kenapa pidato ini lahir bisa didiskusikan, sehingga bisa menjadi benar-benar menjadi dialog yang saling mengisi.
Di orasi ilmiah Surya Paloh, politik kebangsaan menjadi high politic atau politik kelas tinggi. Sedangkan, politik elektoral adalah low politic atau politik rendahan.
Baca juga: UB Malang anugerahi Surya Paloh gelar Doktor Honoris Causa
Alumnus filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut mengatakan politik elektoral yang mengutamakan kepentingan melekat pada dirinya atau kelompoknya yang semata-mata urusan pemilu.
Sedangkan, lanjut dia, politik kebangsaan yakni yang mengarusutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok politik.
"Bagaimana bicara politik untuk kemaslahatan bersama, untuk publik, nasionalisme kita, itu hampir tak tersentuh. Jadi (orasi ilmiah) Pak Surya Pidato ini otokritik terhadap lembaga-lembaga politik, terhadap masyarakat politik," katanya.
"Ayo kita bersama-sama untuk mengembalikan khittah, politik tidak semata-mata hanya urusan merebut kekuasaan, mempertahankan kekuasaan. Tapi bagaimana membangun ruang publik bersama," tambah Willy.
Sebelumnya, Surya Dharma Paloh menerima penganugerahan Doktor Honoris Causa di kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, Senin (25/7), sekaligus menjadi orang pertama yang meraih gelar tersebut dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.(*)
Pewarta: Fiqih ArfaniEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026