Situbondo (ANTARA) - Pelaksana Tugas Direktur SMA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Winner Jihad Akbar memaparkan keunggulan Kurikulum Merdeka saat kunjungan kerja Implementasi Kurikulum Merdeka secara Mandiri dan Audiensi jenjang TK, SD, SMP, dan SMA, di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu.
"Ada beberapa keunggulan dalam Kurikulum Merdeka, yakni kurikulum ini lebih sederhana dan mendalam. Dulu, kita belajar di Kurikulum 2013 ada kompetensi inti, kompetensi dasar, sehingga setelah dilaksanakan evaluasi, para guru banyak mengejar untuk menyampaikan kompetensi tiga dasar itu, sehingga kurang interaksi dengan anak didik, dan hanya mengejar target kurikulumnya," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, kurikulum yang baru diluncurkan pada awal 2022 ini dilakukan penyederhanaan atau jadi lebih sedikit yang diberikan, namun lebih dalam, serta lebih bisa berinteraksi dengan siswa. Karena, tujuannya visi semua kebijakan merdeka belajar Kemendikbudristek adalah tujuannya untuk siswa.
Menurut dia, Kemendikbudristek menginginkan semua pembelajaran di sekolah kepada siswa benar-benar terjalin dengan baik, bisa berinteraksi berpusat pada murid dan bagaimana meningkatkan literasi, numerasi dan juga karakter untuk menjadi profil pelajar Pancasila.
"Itu yang diinginkan. Jadi, tidak hanya sekadar ganti kurikulum, ganti nama, ganti administratif, tapi yang diinginkan transformasi pembelajaran di sekolah itu. Hubungan antara murid dan guru juga berubah. Yang sebelumnya bersekolah tapi nyatanya tidak belajar. Guru mengajarnya berkurang tapi belajar-nya murid lebih banyak," katanya.
Kata Akbar (sapaannya), berbeda dengan sebelum ada kurikulum baru, yakni guru adalah satu-satunya sumber pengetahuan, dan dulu tiap pengetahuan semua sumbernya adalah guru.
"Sehingga guru menyampaikan ilmu pengetahuannya dengan mengajar. Tapi, sekarang informasi atau bahan ajar itu bisa dari mana saja, bisa googling di internet," ujarnya.
Kata Akbar, dengan adanya bahan ajar yang bisa diperoleh dari mana saja, fungsi guru berubah bukan hanya mengajar memberikan satu satunya sumber ilmu pengetahuan, tapi memfasilitasi dan mengarahkan serta memberi inspirasi kepada anak didik dalam belajar.
"Jadi, guru mengarahkan. Misal sumber ini kurang akurat ada hoaks dan menyesatkan, sehingga bisa belajar bersama, itu yang diinginkan peran guru saat ini," katanya.
Akbar mengatakan, dalam Kurikulum Merdeka ini peserta didik juga bisa memilih untuk jenjang SMA pilihan mata pelajaran, dengan karakteristik tertentu. Selain itu guru lebih relevan dan interaktif.
"Misal relevan dengan potensi daerahnya. Contohnya Situbondo khasnya buah mangga, nantinya bisa disesuaikan materinya yang benar-benar sesuai potensi di daerah dan lebih interaktif," tuturnya.
Ia menambahkan, Kemendikbudristek juga menyiapkan platform merdeka mengajar atau PMM. PMM merupakan alat bantu mempercepat proses transformasi pembelajaran di sekolah.
"Ini keunggulan dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran dan melakukan transformasi atau perubahan cara mengajar," katanya.
Dalam kesempatan itu, Akbar juga menyampaikan dan meluruskan beberapa miskonsepsi yang terjadi di masyarakat. Ada miskonsepsi terkait kewajiban Kurikulum Merdeka.
"Jadi, kami luruskan bahwa tidak ada kewajiban melaksanakan Kurikulum Merdeka. Kami memberikan pilihan kepada sekolah,
sesuai dengan pemahaman dan kesiapan sekolah," katanya.
Sekolah bisa memilih Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat dan Kurikulum Merdeka yang baru. Kurikulum Merdeka ada tiga level, yakni yang pertama mandiri belajar, yang menerapkan prinsip-prinsipnya saja, yang pembelajaran-nya berpusat pada siswa, tapi administrasi-nya menggunakan 2013.
'Level dua, mandiri berubah. Ini yang sudah menjadi Kurikulum Merdeka, namun dilakukan secara bertahap bisa mencontoh bahan ajar di PMM,' tuturnya.
Untuk yang terakhir atau ketiga, bagi sekolah yang bagus literasi-nya dan numerasinya sudah tinggi bisa menggunakan mandiri. Yakni bisa membuat bahan ajar dan bahkan bisa berbagi dengan sekolah lainnya terkait praktik baik yang sudah dilakukan di sekolah itu," tuturnya. (*)
