Situbondo (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat sebanyak 43.728 orang peserta BPJS penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JK) yang dinonaktifkan sementara dan akan diaktifkan kembali atau reaktivasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo Viskanto Adi Prabowo di Situbondo, Senin, mengungkapkan dari jumlah total 354.646 orang kurang mampu PBI-JK yang ditanggung pemerintah pusat (APBN) tersebut, 43.728 peserta di antaranya dinonaktifkan.
"354.646 orang peserta PBI-JK tersebut adalah data dari Kementerian Sosial, dan seluruhnya ditanggung pemerintah pusat, dan yang aktif sampai dengan hari ini sebanyak 310.918 orang peserta," katanya.
Viskanto menjelaskan bahwa puluhan ribu peserta BPJS Kesehatan PBI-JK yang dinonaktifkan itu sampai saat dalam proses pengaktifan kembali untuk mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah.
Ia menyebutkan, sampai dengan Senin (16/2) hari ini jumlah peserta BPJS PBI-JK yang diajukan untuk reaktivasi sebanyak sekitar 4.000 orang dari 43.728 peserta dinonaktifkan.
"Jadi, 4.000 peserta yang diajukan untuk dilakukan reaktivasi ini merupakan data dari fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama, dan prioritas utama bagi masyarakat memiliki riwayat penyakit," kata Viskanto.
Namun demikian, katanya, bagi peserta BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran yang masih belum aktif masih dilayani rumah sakit melalui program Berobat Tanpa Batas atau Berantas yang merupakan program pemerintah daerah setempat.
"Alternatifnya bagi peserta BPJS Kesehatan PBI-JK yang belum aktif, bisa menggunakan PBI daerah yakni Berantas atau bisa juga mandiri," kata Viskanto.
Dinsos Situbondo catat 43.728 peserta BPJS PBI-JK nonaktif
Senin, 16 Februari 2026 20:10 WIB
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Viskanto Adi Prabowo. (ANTARA/Novi Husdinariyanto)
