Surabaya (ANTARA) - PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) membangun Inter Bus Trafo (IBT) 5 bertegangan 500kV/150kV di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Krian, Jatim, untuk memperkuat listrik kawasan industri.
General Manager PLN UIT JBM Didik F. Dakhlan di Surabaya, Senin, mengatakan pembangunan itu sebagai upaya menjaga pasokan serta keandalan sistem pelanggan rumah tangga serta pelaku bisnis.
"Pembangunan IBT 5 ini rencananya kami targetkan selesai dan dapat diberi tegangan atau energize pada April 2022," kata Didik..
Pembangunan IBT 5 juga bertujuan mengevakuasi daya pada IBT 1 serta IBT 2 secara bergantian sebelum dilakukan peremajaan, mengingat faktor usia dalam penggunaan IBT tersebut.
"Setelah IBT 5 dapat energize, beban dari IBT 1 akan dialihkan ke IBT 5 sementara pekerjaan peremajaan IBT 1 berlangsung," katanya.
Pembangunan IBT 5 dilakukan melalui kajian, karena mampu menghemat pengeluaran biaya untuk pembakaran solar operasional pembangkit sekitar Rp650 miliar.
"Artinya ada penghematan sebab untuk membangun IBT 5 hanya memerlukan anggaran sekitar Rp150 miliar," katanya.
Sementara terkait distribusi, IBT 1 dan 2 dialirkan ke daerah Surabaya, juga kawasan industri dan Metropolis di sebagian Surabaya dan Gresik.
Ia berharap, dengan operasional IBT 5 nantinya akan dapat menjaga keandalan penyaluran listrik ke sejumlah kawasan di Jatim.
