Presiden dan ibu negara melakukan tes cepat COVID-19 dan tidak mengalami gejala. Namun, keduanya langsung memutuskan untuk mengisolasi diri sambil menunggu hasil PCR, katanya.
Infeksi COVID-19 Mozambik mencapai puncaknya, berdasarkan data pelacak Reuters, dengan jumlah rata-rata kasus baru meningkat selama tujuh hari berturut-turut.
Secara keseluruhan ada lebih dari 2.000 kematian dan 192.000 kasus COVID-19 di negara miskin tersebut selama pandemi.
Mozambik saat ini sedang bergelut dengan krisis utang, pemberontakan dan juga pandemi.
Temuan cadangan gas alam yang melimpah menjadikan Mozambik penghasil bahan bakar utama potensial, namun skandal korupsi dan pemberontakan mengacaukan kondisi tersebut.
Sumber: Reuters (*)
Pewarta: Asri Mayang SariEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.