Surabaya (ANTARA) - Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) menggelar acara Tribute to Peter A. Rohi di Warung Mbah Cokro, Surabaya, Sabtu (14/11) malam untuk mengenang salah satu tokoh pers tersebut.
Ketua IKA Stikosa AWS, M Zurqoni mengatakan dalam acara tersebut pihaknya juga meluncurkan buku berjudul Jurnalis Pejuang, Pejuang Jurnalis untuk mengenang tokoh yang telah berpulang 10 Juni 2020 lalu itu.
"Sabtu (14/11) adalah momen Tokoh bersahaja ini hari lahir 78 tahun lalu di Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Momen tersebut coba dikenang oleh para sahabat dan muridnya dari berbagai komunitas melalui acara ini," katanya.
M Zurqoni mengenang sosok Almarhum Peter A. Rohi yang hidup dalam kesederhanaan.
"Saya diperkenalkan sama almarhum oleh Mas Zed (Jurnalis Senior Alumni Stikosa AWS, Zed Abidien) pada pertengahan tahun 90an. Waktu itu kami, Beki (fotografer Jawa Pos), Manan (Ketua AJI) dan Jimuha (aktivis) masih aktif di Surabaya Pers Club (cikal bakal AJI Surabaya). Karena rumah saya dekat sama kediaman almarhum, sejak itu saya sering antar jemput," katanya.
Zurqoni menceritakan, tokoh besar bertubuh kecil tersebut tinggal di sebuah rumah sederhana.
"Rumahnya itu masuk gang, masih masuk lagi di wilayah Kampung Malang, Surabaya. Menurut saya waktu itu, musuh Soeharto adalah orang yg mudah kaya raya jika mau kompromi. Tapi Pak Peter memilih jalannya sendiri. Ternyata hidup ini bukan dominasi harta benda. Inilah pencerahan awal bagi saya," ungkapnya.
Ia juga mengenal Pak Peter sebagai seorang sufi yang menjalani kehidupannya atas nilai-nilai Illahi. Dimana ukuran-ukuran dunia menjadi nomor sekian. Itulah prinsip yang dijalaninya.
"Jangan sekali-kali ditawari sesuatu yang bersifat duniawi. Sebagai seorang sufi perjalanannya tentu terasa berat bagi ukuran umum. Jadi beliau menikmatinya dengan penuh gairah dan penuh keyakinan. Membagi prinsip-prinsip kemanusiaan pada banyak orang, kepada banyak generasi. Terima kasih untuk Pak Peter A. Rohi. Terima kasih pada keluarga. Damai di surga," ujarnya.
Ketua Panitia Tribute to Peter A. Rohi, Evan Siahaan mengaku merasa terhormat untuk melaksanakan agenda dialog seorang tokoh yang sangat hebat.
"Acara ini kita gelar untuk mengemukakan kembali jejak- jejak pikiran dan jejak perjuangan Opa Peter di masa sekarang. Khususnya generasi millenial perlu meneladani sosok Peter A Rohi yang sangat berintegritas dan sederhana," kata pemuda yang juga aktif di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tersebut.
Diskusi dan bedah buku Jurnalis Pejuang, Pejuang Jurnalis itu juga menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Budayawan, Henri Nurcahyo, Jurnalis Senior dan Penulis, Amang Mawardi, dan Guru Besar Sosiologi Unair Prof. Dr. Hotman Siahaan. Jurnalis Heti Palestina Yunani sebagai Penanggap dan dimoderatori Akademisi Fikom Unika Widya Mandala, Dr Nanang Krisdinanto. (*)
