Bakorwil: SAKIP Situbondo memungkinkan meningkat menjadi A

id penilaian SAKIP,SAKIP Situbondo,Bupati Dadang,Bakorwil,Bakorwil 5 Jember,Menpan RB

Bakorwil: SAKIP Situbondo memungkinkan meningkat menjadi A

Kepala Bakorwil 5 Jember Tjahjo Widodo (kanan) dan Bupati Situbondo Dadang Wigiarto (tengah) serta Wabup Yoyok Mulyadi (kiri) dalam acara evaluasi SAKIP di Pemkab Situbondo, Jumat (20/9/19) (Foto Humas Pemkab Situbondo)

Situbondo (ANTARA) - Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) 5 Jember Tjahjo Widodo mengemukakan bahwa Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, klasifikasinya memungkinkan meningkat dari BB menjadi A.

"Kedatangan Tim SAKIP Provinsi Jatim ini mempersiapkan Kabupaten Situbondo evaluasi roformasi birokrasi yang akan dilaksanakan Kementerian PAN-RB di Banyuwangi pada 14-15 Oktober 2019. Dari evaluasi sementara klasisfikasi Situbondo memungkinkan klasifikasinya naik dari B-B menjadi A," katanya di Situbondo, Jawa Timur, Jumat.

Ia menjelaskan, beberapa hal yang memungkinkan klasifikasi SAKIP Kabupaten Situbondo dari BB meningkat menjadi A, karena indikator yang ada bahwa program-program unggulannya sesuai.

Misalnya, Pemkab Situbondo memiliki program memajukan pertanian dan semua sektor OPD, termasuk tokoh masyarakat dan masyarakat mendukung program tersebut.

Dan sehingga, lanjut dia, program utama unggulan di Situbondo dapat terwujud sesuai ketentuan-ketentuan yang ada. Dan harapannya klasifikasinya meningkat menjadi A.

"Ketika klasifikasi A diperoleh, berarti program yang dilaksanakan pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat, tentunya pendapatan asli daerah juga akan meningkat. Jadi, semua program untuk kepentingan masyarakat," paparnya.

Namun demikian, menurut Tjahjo Widodo, ada catatan beberapa program yang perlu direvisi, seperti program unggulan Kampung Kerapu, beras organik, dan unggulan mengenai hewan ternak.

"Hal itulah yang harus terus ditonjolkan bahwa itu bisa mendunia dan bisa terus ditingkatkan akan lebih baik," katanya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengatakan catatan dari tim evaluasi SAKIP dinilai sangat penting untuk asistensi persiapan penilaian SAKIP dan Kementerian PAN-RB.

"Sebenarnya secara teori, kami semua tahu urutan-urutan sebenarnya, misalnya proses bisnis harus berfikir manajemen risiko, namun dalam pemaparan yang kami sampaikan manajemen risiko tidak ada. Menurut saya proses pembelajaran jauh lebih penting," kata Bupati Dadang.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar