Unusa ambil sumpah 454 tenaga kesehatan

id Unusa, pelantikan tenaga kesehatan, prof achmad jazidie

Unusa ambil sumpah 454 tenaga kesehatan

Pelantikan ratusan lulusan tenaga kesehatan Unusa di Dyandra Convention Hall Surabaya, Kamis (19/9/2019). (Willy Irawan)

Lulusan Unusa juga harus membiasakan diri bekerja dalam sebuah tim. Pentingnya kemampuan untuk berkomunikasi
Surabaya (ANTARA) - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melantik dan mengambil sumpah sebanyak 454 lulusan bidang kesehatan dari enam Program Studi di Dyandra Convention Hall Surabaya, Kamis.

Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie usai pengambilan sumpah mengatakan peran tenaga kesehatan ke depan semakin penting dengan bonus demografi yang didapatkan Indonesia.

"Bicara bonus demografi, rasio angkatan kerja terhadap keseluruhan penduduk Indonesia akan benar dirasakan manfaatnya kalau sektor kesehatan dan pendidikan digarap dengan baik," katanya.

Jazidie mengungkapkan lulusan tenaga kesehatan Unusa yang mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah tahun ini sebanyak 454 orang dari enam prodi. Yakni, terdiri dari 124 lulusan prodi Ners, 104 lulusan D3 perawat, 99 lulusan D3 bidan, 36 lulusan kesehatan masyarakat, 33 lulusan ahli gizi dan 58 lulusan analis kesehatan.

Meski begitu, Jazidie menyatakan jika kualitas pendidikan dan kesehatan tidak digarap dengan baik maka bonus demografi akan menjadi bencana.

"Oleh sebab itu profesionalitas dan etika moral dalam mengabdikan diri di bidang masing-masing harus ditanamkan. Lulusan Unusa juga harus membiasakan diri bekerja dalam sebuah tim. Pentingnya kemampuan untuk berkomunikasi," ujarnya.

Dekan Fakultas Kesehatan Unusa Prof S P Edijanto mengatakan lulusan Unusa di bidang kesehatan diharapkan segera bisa terjun ke masyarakat dan memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang saat ini masih defisit.

"Kebutuhan tenaga kesehatan masih sangat tinggi. Tidak hanya di kota besar tetapi juga ke berbagai daerah. Sebagai Universitas di bidang kesehatan, teknologi dan pendidikan, Unusa akan terus meningkatkan lulusannya baik dari segi kuantitas dan kualitas agar nantinya lulusan yang dihasilkan siap terjun ke masyarakat," katanya.

Prof Edy menjelaskan setelah dilantik dan diambil sumpahnya Unusa menyerahkan para lulusan kepada organisasi profesi masing-masing seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI).

Selain itu Persatuan Analis Laboratorium Kesehatan Indonesia (Patelki), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

"Lulus dari kampus bukan akhir dari kehidupan, justru merupakan sebuah awal untuk belajar lebih giat lagi dan mengabdi di tengah masyarakat. Para tenaga kesehatan ini terus dituntut untuk mengembangkan berbagai keterampilan dan pengetahuan, dengan berbagai bekal yang telah diberikan selama kuliah," kata Prof Edy.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar