Christopher "Itop" Tanuwidjaja ungkapkan alasan mundur dari CLS

id itop mundur,cls knights,basket indonesia,itop, christopher tanuwidjaja

Christopher

Christopher ‘Itop’ Tanuwidjaja (kiri) saat menyampaikan pengunduran dirinya di hadapan wartawan di GOR Kertajaya Surabaya, Rabu (18/09/2019). (Foto Fiqih Arfani)

Surabay (ANTARA) - Christopher "Itop" Tanuwidjaja, mengungkapkan alasan mundurnya dari posisi Managing Partner CLS Knights Indonesia karena ingin memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga.



“Tidak terasa anak-anak sudah tumbuh besar dan saya ingin dekat dengan mereka,” ujarnya kepada wartawan di GOR Kertajaya yang juga markas CLS Knights di Surabaya, Rabu malam.



Itop diketahui telah terlibat dalam CLS sejak 2007 dan sejak itu mengusung tanggung jawab sebagai Managing Partner atau mudahnya sebagai manajer tim.



“Duabelas tahun sudah merupakan waktu yang lama sekali di dunia basket profesional dan saya mau istrirahat saja,” ucapnya.



Di bawah pengelolaan Itop, CLS sempat merasakan gelar juara Liga Bola Basket Indonesia (IBL) pada 2016 atau musim perdana kembalinya nama itu diusung setelah liga basket profesional berada di bawah Liga Bola Basket Nasional (NBL) Indonesia selama 2010-2015.



Tak hanya di tingkat nasional, Itop juga turut membawa CLS mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai ABL 2018/19 yang merupakan musim kedua mereka tampil di kompetisi tersebut.



Di partai final CLS sukses menggelar pesta juara dengan meraih kemenangan 3-2 atas Singapore Slingers di kandang lawan.



Mengurusi basket profesional, kata dia, sangat menyita waktu dengan keluarga, bahkan jika ada pertandingan liga bisa hingga tiga bulan jauh dari orang-orang rumah.



Sementara itu, terkait klub yang pada ajang Liga Bola Basket ASEAN musim 2019/2020 absen dan digantikan China Taipei, Fuson Braves, sebagaimana laman resmi ABL, ia memastikan CLS tetap ada di kompetisi-kompetisi amatir serta fokus untuk pembinaan usia muda sampai remaja.



“CLS tidak bubar. Kalau tentang pemain ada beberapa yang kontraknya habis, ada juga beberapa opsi. Kalau memang diambil ya itu jadi kontrak baru, kalau misal tidak diambil berarti murni bebas,” katanya.



Di sisi lain, Itop saat ini diberi kepercayaan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) untuk menjadi manajer tim nasional putri menghadapi SEA Games 2019 di Filipina pada Desember mendatang. (*)

Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar