ISSI tepis rumor balap sepeda dicoret dari PON 2020

id ISSI,balap sepeda,PON 2020,balap sepeda PON

ISSI tepis rumor balap sepeda dicoret dari PON 2020

Ilustrasi -- Atlet sepeda BMX Indonesian National Team Putra Tony Syarifudin (kiri) dan rekan setim Rio Akbar (kanan) memacu sepeda saat penyisihan men elite kejuaraan BMX Banyuwangi Internasional 2018 di Sirkuit Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (14/7/2018). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Jakarta (ANTARA) - Ketua umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Raja Sapta Oktohari menepis rumor yang mengatakan cabang olahraga balap sepeda dicoret dari Pekan Olahraga Nasional 2020.

"Sampai hari ini belum ada komunikasi apapun tentang hal itu," kata pria yang akrab disapa Okto itu pada rapat pleno pengurus baru ISSI yang berlangsung di Jakarta, Senin.

Sebelumnya sempat tersiar rumor bahwa dua nomor balap sepeda, yakni Mountain Bike dan BMX akan dicoret dari PON di Papua.

Menurut Okto, semua daerah sudah berpartisipasi dalam pra-PON yang sudah selesai dilaksanakan. Bahkan ISSI pusat telah membangun komunikasi yang sangat baik dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) ISSI Papua.

Okto justru menyatakan bahwa organisasinya sangat membuka diri kepada semua pihak, terutama Panitia Besar PON, sehingga jika terdapat masalah akan dapat diselesaikan secepatnya.

Bagi ISSI, penyelenggaraan PON merupakan ajang penting karena pesta olahraga itu juga berfungsi sebagai seleksi nasional. Para juara PON akan menjadi atlet-atlet pelatnas yang dipersiapkan untuk jenjang-jenjang yang lebih tinggi.

Pra-PON balap sepeda dan Kejuaraan Nasional 2019 telah dihelat pada Juli silam di Jakarta dan Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, dengan diikuti 300 pebalap.

Dari jumlah tersebut, tersaring sebanyak 100 pebalap sepeda dari 28 provinsi yang akan bersaing pada PON Papua 2020.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar